AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Hasil Imbang yang Mengecewakan untuk Belgia
Di malam yang seharusnya menjadi ajang unjuk kekuatan, Belgia justru mengalami hasil imbang 0-0 melawan Makedonia Utara dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup J. Pertandingan ini berlangsung di Arteveldestadion, dihadiri oleh ribuan suporter yang berharap melihat dominasi tim nasional. Namun, hasil tersebut membuat Belgia tertahan di posisi kedua klasemen dengan 11 poin dari lima laga, hanya kalah selisih gol dari Makedonia Utara.
Bagi Makedonia Utara, satu poin di tanah Belgia terasa seperti kemenangan besar—dan bagi tuan rumah, itu adalah pengingat keras bahwa nama besar saja tak cukup untuk memastikan tiga angka.
Permainan yang Dimulai dengan Tempo Tinggi
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Makedonia Utara langsung menebar ancaman saat Jani Atanasov melepaskan tembakan jarak jauh di menit keempat yang nyaris mengejutkan Thibaut Courtois. Belgia, yang tampil dengan gaya menyerang khas mereka, merespons lewat Alexis Saelemaekers, namun penyelesaiannya belum cukup klinis.
Kevin De Bruyne, kapten sekaligus jantung kreativitas Belgia, berulang kali berusaha membongkar pertahanan lawan melalui kombinasi cepat dan umpan terobosan. Tapi tembok yang dibangun Stole Dimitrievski di bawah mistar gawang Makedonia Utara terasa tak tertembus. Kiper yang bermain untuk Rayo Vallecano itu tampil seperti manusia super malam itu.
Tekanan yang Tidak Berbuah Hasil
Menit demi menit berjalan, tekanan Belgia semakin intens. Leandro Trossard membuang peluang emas lewat sundulan melambung, sementara Courtois di sisi lain tetap waspada terhadap serangan balik cepat dari Eljif Elmas dan Enis Bardhi yang kerap menguji lini belakang Belgia.
Memasuki babak kedua, atmosfer di stadion semakin tegang. Belgia mengurung Makedonia Utara di wilayah mereka sendiri, tetapi setiap percobaan terasa sia-sia. Dimitrievski menggagalkan peluang Jeremy Doku di menit ke-47 dan menepis tendangan keras De Bruyne tujuh menit berselang—dua momen yang seolah menegaskan malam itu adalah miliknya.
Pemain Muda yang Tidak Mampu Menembus Pertahanan
Loïs Openda dan Malick Fofana, dua pemain muda yang diandalkan Tedesco untuk memberi energi baru, juga tak mampu menaklukkan sang kiper. Dua peluang mereka di menit ke-62 dan 88 kembali kandas, membuat frustrasi suporter Belgia yang mulai kehilangan kesabaran.
Di sisi lain, Makedonia Utara menunjukkan disiplin luar biasa. Dengan blok pertahanan rapat dan keberanian menahan tekanan selama 90 menit, mereka membuktikan bahwa determinasi dapat menyaingi bakat. Pelatih Blagoja Milevski pun tersenyum puas di pinggir lapangan, mengetahui timnya baru saja mencuri satu poin berharga dari salah satu raksasa Eropa.
Penilaian dari Kevin De Bruyne
Setelah peluit panjang berbunyi, De Bruyne mengakui kekecewaan timnya. “Kami menciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir kami buruk. Kami harus lebih tajam jika ingin lolos ke Piala Dunia,” ujarnya kepada RTL Sport. Sebuah refleksi jujur dari malam yang mengecewakan.
Dengan hasil ini, persaingan di Grup J semakin panas. Belgia masih menjadi favorit, tetapi performa seperti ini menandakan ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum bicara tentang Qatar 2026. Sementara itu, Makedonia Utara pulang dengan kepala tegak—dan mungkin dengan keyakinan baru bahwa mimpi mereka belum berakhir.
Komentar
Kirim Komentar