
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Jalur Timnas Indonesia untuk Lolos ke Piala Dunia 2026
Tim Nasional (Timnas) Indonesia masih memiliki peluang untuk melangkah ke Piala Dunia 2026, baik melalui jalur otomatis sebagai juara Grup B atau melanjutkan perjuangan di ronde kelima kualifikasi. Meskipun kalah dari Arab Saudi dalam laga pertama Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, harapan tetap terbuka asalkan Timnas mampu bangkit dan meraih hasil positif di laga-laga berikutnya.
Hasil Awal yang Mengecewakan
Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Rabu (8/11/2025) berakhir dengan skor 2-3. Timnas sempat unggul lebih dulu pada menit ke-11 lewat sepakan penalti Kevin Diks, namun akhirnya kalah setelah Arab Saudi membalikkan keadaan.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyatakan bahwa tim harus segera bangkit setelah kekalahan ini. “Setelah hasil mengecewakan melawan Arab Saudi, kami tentu membutuhkan kemenangan, dan kami datang dengan tekad untuk meraihnya,” ujarnya dalam sesi konferensi pers hari Jumat (10/10/2025).
Laga Lawan Irak
Laga kedua Timnas Indonesia di Grup B akan berlangsung melawan Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi kunci bagi Timnas untuk menjaga harapan lolos ke Piala Dunia 2026.
“Kami tahu Irak adalah tim yang sangat bagus. Di pertemuan sebelumnya, kami sempat mendapatkan hasil yang kurang baik, namun kali ini kami berusaha memperbaikinya,” ujar pelatih.
Syarat Juara Grup B
Untuk menjaga harapan lolos ke Piala Dunia 2026 tetap hidup, Indonesia wajib menumbangkan Irak pada laga kedua Grup B, Sabtu (11/10/2025) atau Minggu (12/10/2025) dini hari, dengan kemenangan minimal selisih dua gol.
Setelah itu, Indonesia perlu berharap agar Irak mampu menaklukkan Arab Saudi di pertandingan terakhir Grup B, Selasa (14/10/2025), dengan margin hanya satu gol. Jika skenario ini benar-benar terjadi, seluruh tim di Grup B akan sama-sama mengoleksi tiga poin dan selisih gol bakal menjadi faktor penentu posisi akhir.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia berpeluang finis di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol dan otomatis meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Hanya juara Grup B yang berhak melangkah langsung ke putaran final Piala Dunia 2026.
Alternatif via Ronde Kelima
Jika tidak berhasil menjadi juara Grup B, Timnas Indonesia bisa melanjutkan perjuangan melalui ronde kelima kualifikasi. Finis sebagai runner-up Grup B akan membawa Indonesia melaju ke ronde kelima untuk menghadapi runner-up Grup A.
Pertandingan ronde 5 Kualifikasi Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 18 November mendatang. Pemenang dari laga ronde 5 ini akan jadi wakil AFC untuk playoff antarkonfederasi yang bakal dilaksanakan pada Maret 2026 di lokasi terpusat.
Cara paling aman bagi Timnas Indonesia untuk memastikan langkah ke ronde kelima adalah dengan meraih kemenangan atas Irak. Namun, kemenangan tipis belum tentu cukup. Jika Indonesia hanya menang 1-0, dan pada laga terakhir Grup B Irak juga mengalahkan Arab Saudi dengan selisih satu gol, maka ketiga tim akan memiliki selisih gol identik.
Dalam situasi semacam itu, produktivitas gol akan menjadi faktor penentu posisi di klasemen akhir Grup B.
Tiebreaker dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jumlah poin menjadi aturan pertama untuk melakukan pemeringkatan tim. Kemenangan dihargai tiga angka, hasil seri berbuah satu poin, dan nol untuk kekalahan.
Menilik situasinya, sangat mungkin dua atau tiga tim dalam satu grup ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia mengakhiri klasemen grup dengan poin identik. Apabila itu terjadi, selisih gol akan jadi tiebreaker berikutnya untuk menentukan posisi di klasemen. Tim dengan agregat gol paling bagus berhak menempati posisi tertinggi.
Selanjutnya, andai selisih gol juga identik alias sama persis, faktor berikut yang digunakan untuk pemeringkatan adalah produktivitas. Jika dua tim atau lebih masih memiliki peringkat yang sama setelah kriteria 1–3 diterapkan, kriteria-kriteria berikut digunakan:
- Poin terbanyak yang diperoleh di semua pertandingan di antara tim-tim bersangkutan
- Selisih gol terbesar di semua pertandingan di antara tim-tim bersangkutan
- Gol terbanyak dicetak di semua pertandingan di antara tim-tim bersangkutan
Skor perilaku tim terbaik menggunakan tabel berikut:
Kartu kuning pertama: –1 poin
Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: –3 poin
Kartu merah langsung: –4 poin
Kartu kuning dan kartu merah langsung: –5 poin; Hanya satu skor yang akan diterapkan kepada setiap pemain atau ofisial tim dalam setiap pertandingan, misalnya pemain yang menerima kartu kuning kedua hanya akan diberikan –3 poin dan bukan –4 (–1 untuk kartu kuning pertama dan –3 untuk kartu kuning kedua).
Pengambilan undian oleh FIFA.
Komentar
Kirim Komentar