
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lima Film Indonesia Kembali Tayang di Bioskop CGV
Banyak penggemar film Indonesia kini bisa menikmati kembali beberapa karya terbaik negara ini. Kelima film tersebut akan ditayangkan kembali di jaringan bioskop CGV dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 25.000 per tiket. Program bertajuk Tontonan Nusantara ini telah dimulai sejak Sabtu, 25 Oktober 2025, dan akan tayang secara terbatas di bioskop-bioskop tertentu.
Berikut adalah lima film Indonesia yang kembali hadir di layar lebar:
1. Jumbo
Film animasi Jumbo mengisahkan tentang Don, seorang anak laki-laki yang gemar membaca buku dongeng peninggalan orang tuanya. Karena bentuk tubuhnya yang besar, ia sering diolok-olok dengan panggilan "Jumbo". Don berusaha membuktikan dirinya dengan mementaskan buku dongeng kesayangannya dalam sebuah pertunjukan bakat. Namun, usahanya diganggu oleh Atta yang mencuri buku tersebut karena iri padanya. Dalam perjalanannya, Don dibantu oleh sahabat-sahabatnya, Nurman dan Mae, serta bertemu dengan Meri, seorang gadis dari dunia lain yang juga mencari orang tuanya.
2. Sore: Istri dari Masa Depan
Sore: Istri dari Masa Depan adalah sebuah film romantis dengan sentuhan fiksi ilmiah. Ceritanya mengikuti Jonathan, seorang fotografer Indonesia yang tinggal di Italia dan sering mengabaikan kesehatannya. Hidupnya yang monoton berubah ketika seorang perempuan misterius bernama Sore tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Sore datang dengan misi untuk mengubah gaya hidup Jonathan demi masa depan yang lebih baik. Kehadiran Sore membawa warna baru dalam hidup Jonathan, namun di balik itu, Sore menyimpan rahasia besar dan ketakutan akan perpisahan.
3. Tinggal Meninggal
Tinggal Meninggal adalah film bergenre komedi gelap yang menceritakan tentang Gema, seorang pemuda canggung dan kesepian yang merasa tidak dianggap di lingkungan sekitarnya. Kehidupannya berubah ketika ayahnya meninggal dunia, dan ia tiba-tiba mendapat banyak perhatian dan simpati dari rekan-rekan kerjanya. Namun, kehangatan itu hanya bersifat sementara. Gema kemudian mulai berpikir bahwa ia bisa mendapatkan perhatian jika ada kabar duka, sehingga ia mulai merenungkan siapa lagi yang harus meninggal agar ia bisa kembali merasakan kehangatan tersebut.
4. Panggil Aku Ayah
Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Pawn. Kisahnya berpusat pada dua orang penagih utang, Dedi dan Tatang, yang hidupnya berubah drastis ketika seorang ibu yang tidak mampu membayar utangnya terpaksa meninggalkan anak perempuannya yang masih kecil sebagai jaminan. Awalnya, kedua pria tersebut menganggap anak itu sebagai beban. Namun, seiring berjalannya waktu, kepolosan dan keceriaan si anak perlahan meluluhkan hati mereka, dan tumbuhlah ikatan emosional yang mengubah pandangan mereka tentang cinta, tanggung jawab, dan arti sebuah keluarga.
5. Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah
Film ini bercerita tentang Alin, seorang mahasiswi kedokteran yang beasiswanya terancam dicabut, memaksanya untuk pulang ke rumah. Kepulangannya membuka matanya terhadap kondisi keluarganya yang sulit, dengan sosok ayah yang jarang hadir secara emosional dan fisik, serta seorang ibu yang berkorban banyak untuk anak-anaknya. Melalui buku harian lama milik ibunya, Alin mulai memahami luka, rahasia, dan pengorbanan yang telah dilakukan sang ibu, yang membuatnya bertanya-tanya tentang pilihan hidup ibunya.
Komentar
Kirim Komentar