Hanya Klasik? Royal Enfield Guerrilla 450 Bisa Jadi Pilihan Harian yang Menyenangkan

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Hanya Klasik? Royal Enfield Guerrilla 450 Bisa Jadi Pilihan Harian yang Menyenangkan yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Hanya Klasik? Royal Enfield Guerrilla 450 Bisa Jadi Pilihan Harian yang Menyenangkan

Royal Enfield Guerrilla 450: Motor yang Membawa DNA Enfield ke Era Modern

Royal Enfield selama ini dikenal sebagai pabrikan motor dengan desain klasik, santai, dan berkarakter. Namun, anggapan tersebut mulai berubah sejak kehadiran Guerrilla 450. Motor ini menjadi bukti bahwa Royal Enfield tidak hanya bertahan pada romantisme masa lalu, tetapi juga serius menghadirkan produk modern yang relevan untuk kebutuhan harian.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Saat pertama kali ditunggangi, Guerrilla 450 langsung memberikan kejutan. Sensasi berkendaranya terasa ringan, lincah, dan jauh dari kesan “motor berat yang ribet di kemacetan”. Mesin baru berbasis platform Himalayan 450 diolah ulang agar lebih ramah jalan raya, membuat motor ini terasa menyenangkan sejak putaran bawah.

Guerrilla 450 bukan sekadar versi telanjang dari Himalayan. Royal Enfield melakukan banyak penyesuaian penting, mulai dari rangka, suspensi, dimensi, hingga mapping mesin. Hasilnya adalah sebuah roadster modern yang tetap membawa DNA Enfield, namun dengan rasa berkendara yang benar-benar baru.

Desain dan Dimensi yang Bersahabat untuk Harian

Secara tampilan, Royal Enfield Guerrilla 450 mengusung gaya roadster yang tegas namun tetap simpel. Tangki terlihat berisi, tetapi bagian depan dibuat meruncing sehingga memudahkan pengendara menapak ke tanah. Joknya hanya setinggi 780 mm, menjadikannya sangat ramah bagi postur rata-rata orang Indonesia.

Dimensi motor ini terasa kompak. Jarak stang ke jok tidak terlalu jauh, posisi duduk rileks, dan kaki tidak dipaksa terlalu menekuk. Walau terlihat seperti motor gede, saat dinaiki Guerrilla 450 justru terasa mudah dikendalikan, bahkan untuk pengendara dengan tinggi di bawah 170 cm.

Bobotnya memang mendekati 190 kg, namun distribusi berat yang baik membuat motor ini terasa enteng saat berjalan. Baik untuk stop and go di kemacetan maupun manuver pelan, Guerrilla 450 tidak terasa merepotkan.

Handling Lincah Berkat Revisi Sasis dan Kaki-Kaki

Perubahan paling terasa dibanding Himalayan adalah karakter handling. Royal Enfield memendekkan wheelbase, mengecilkan diameter roda, serta mengubah sudut kemudi agar motor lebih gesit. Hasilnya, Guerrilla 450 terasa jauh lebih lincah saat diajak selap-selip.

Roda depan dan belakang sama-sama menggunakan ring 17 inci, membuat motor cepat merespons input setang. Suspensi depan teleskopik berdiameter besar dari Showa dan suspensi belakang monoshock dirancang dengan karakter lembut, fokus pada kenyamanan harian.

Meski begitu, karakter suspensinya bukan untuk menikung agresif dalam kecepatan tinggi. Saat dipacu kencang di tikungan, motor masih terasa sedikit mengayun. Namun untuk penggunaan sehari-hari, jalan rusak, dan beton bergelombang, kenyamanannya justru menjadi nilai plus.

Mesin 450 cc Paling Modern yang Pernah Dimiliki Royal Enfield

Guerrilla 450 dibekali mesin Sherpa 452 cc satu silinder DOHC, empat klep, berpendingin cairan. Ini adalah mesin paling modern dalam sejarah Royal Enfield. Kompresi tinggi 11,5:1 dan sistem radiator membuat performanya responsif namun tetap terjaga suhunya saat macet.

Tenaga terasa padat sejak putaran bawah. Di kisaran 3.000–4.000 rpm, motor sudah terasa bertenaga dan siap mendorong. Mapping mesin dibuat lebih agresif dibanding Himalayan, menjadikan Guerrilla 450 lebih hidup untuk penggunaan kota.

Transmisi enam percepatan dipadukan dengan slipper clutch, membuat perpindahan gigi halus dan aman saat engine brake. Walau tuas kopling terasa sedikit berat, motor ini masih nyaman dikendarai di kemacetan karena mampu merayap pelan tanpa perlu banyak memainkan gas.

Fitur Modern dan Konsumsi BBM yang Masuk Akal

Guerrilla 450 sudah menggunakan throttle by wire dan memiliki dua mode berkendara, Performance dan Eco. Mode Eco terasa lebih halus dan cocok untuk kondisi macet atau hujan, sementara mode Performance memberikan respons gas yang lebih spontan.

Sistem pengereman sudah dilengkapi ABS depan dan belakang, meski tidak dapat dimatikan. Remnya responsif dan cukup untuk penggunaan harian. Panel instrumen modern melengkapi kesan bahwa motor ini adalah Royal Enfield generasi baru.

Menariknya, konsumsi bahan bakar masih tergolong irit untuk kelas 450 cc. Pemakaian harian bisa mencapai 26–27 km/l, dan saat touring dengan kecepatan stabil, angka 30 km/l masih sangat mungkin diraih.

Penutup

Royal Enfield Guerrilla 450 adalah titik balik penting bagi pabrikan asal Inggris-India ini. Motor ini membuktikan bahwa Royal Enfield mampu menghadirkan produk modern tanpa kehilangan identitasnya. Nyaman, lincah, dan bersahabat untuk penggunaan harian, Guerrilla 450 terasa relevan dengan kondisi jalan dan pengendara Indonesia.

Bagi mereka yang menginginkan motor berkapasitas besar namun tetap praktis, fun, dan tidak melelahkan, Guerrilla 450 menjadi opsi yang sangat menarik. Ini bukan lagi Royal Enfield yang hanya soal gaya, tetapi juga soal fungsionalitas dan kenikmatan berkendara sehari-hari.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar