Hati-Hati dengan Retak pada Ban Kendaraan

Hati-Hati dengan Retak pada Ban Kendaraan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Hati-Hati dengan Retak pada Ban Kendaraan, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Penyebab dan Tanda Ban Retak pada Mobil

Ban mobil yang menjadi salah satu tanda bahwa umur karet sudah menurun dan memerlukan perhatian khusus. Kondisi ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga berdampak pada kenyamanan serta keselamatan saat berkendara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut OE Sales Manager Bridgestone Tire Indonesia, Ahmad Nuril, retak pada ban biasanya muncul karena melampaui batas usia pakai, lalu penyimpanan kendaraan yang kurang baik seperti tidak diparkir dalam tempat teduh. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan retak itu disebabkan oleh usia dan paparan sinar matahari yang terlalu banyak.

“Kebanyakan retak itu karena umur ya. Nah, (retak) rambut biasanya karena umur sama penyimpanan yang terlalu banyak terekspos matahari, kebanyakan dari situ,” ujar Nuril saat dihubungi aiotrade.app sebelum lama ini.

Selain usia pakai, menurutnya paparan sinar matahari menjadi faktor paling besar penyebab keretakan pada dinding ban mobil. Menyimpan kendaraan di area tertutup merupakan salah satu cara penting dalam merawat ban mobil.

Retak pada ban sendiri menjadi pertanda bahwa karet sudah menurun kualitasnya. Nuril menyarankan segera berkonsultasi dengan pihak bengkel ban terdekat guna mendapat saran lebih lanjut. Adapun, faktor lain yang ikut menandai usia ban, yaitu aus dan kedalaman kembangan ban yang menyusut. Ban yang sudah lama dipakai akan terlihat jelas retakan di area dinding ban, menandakan kembangan sudah tipis.

“Misalnya, sudah lima tahun pakai itu memang waktunya ganti keretakan itu identik dengan keausan ban. Artinya, ban yang lama dipakai itu kedalaman kembangannya semakin menipis, keretakan banyak terlihat di samping. Jadi, balik lagi ke umur pakai sama ketebalan telapak,” ujar Nuril.

Untuk menentukan ban retak yang masih bisa ditoleransi atau harus diganti, kata Nuril tidak ada patokan pasti. Semua tergantung seberapa banyak dan parah keretakan yang muncul pada dinding ban.

“Belum ada studi lebih lanjut ke situ ya (waktu ketahanan ban mobil yang retak). Sebenarnya dikembalikan ke pengemudi mereka punya confidence level seberapa ya. Saran dari kita ketika ada retak segera mungkin langsung diganti,” sambungnya.

Sebagai mantan Senior Specialist OE Technical Service Bridgestone, Nuril membagikan tips merawat ban mobil, yakni menggunakan semir. Semir atau polis ban berfungsi untuk memaksimalkan umur ban, terutama yang berbahan dasar air karena bisa memperlambat batas usia pakai ban.

Tips Merawat Ban Mobil

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk merawat ban mobil:

  • Gunakan semir ban
    Semir atau polis ban berfungsi untuk memaksimalkan umur ban, terutama yang berbahan dasar air karena bisa memperlambat batas usia pakai ban. Penggunaan semir juga membantu menjaga kualitas karet ban agar tetap awet.

  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung
    Menyimpan kendaraan di area tertutup atau tempat yang teduh sangat penting untuk mencegah keretakan pada dinding ban. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan karet ban.

  • Periksa kondisi ban secara rutin
    Pastikan untuk memeriksa kondisi ban secara berkala, termasuk melihat adanya retakan, keausan, dan kedalaman kembangan. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak dini.

  • Ganti ban sesuai dengan waktu pemakaian
    Meskipun tidak ada patokan pasti, pengemudi disarankan untuk mengganti ban jika sudah mencapai usia tertentu atau terdapat retakan yang cukup parah. Keselamatan berkendara adalah prioritas utama.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar