Kopda Feri Herianto Jadi Tersangka Pembunuhan Kepala BRI

Kopda Feri Herianto Jadi Tersangka Pembunuhan Kepala BRI

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Kopda Feri Herianto Jadi Tersangka Pembunuhan Kepala BRI yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Featured Image

Penetapan Tersangka dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu BRI

Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Kopral Dua Feri Herianto, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Corps Polisi Militer Donny Agus Prianto mengungkapkan bahwa terduga pelaku dengan inisial “Kopda FH” telah ditahan dan resmi menjadi tersangka.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Donny melalui pesan singkat pada Jumat, 12 September 2025. Menurutnya, peran Feri adalah sebagai perantara dalam mencari orang untuk menjemput paksa korban. Saat kejadian, Feri sedang dicari oleh satuan kerjanya karena tidak hadir tanpa izin dinas.

Pelaku Utama dalam Kasus Ini

Dalam kasus ini, tiga orang yang terlibat langsung sebagai penculik adalah Emanuel Woda Berto (EWB), Johanes Ronald Sebenan (JRS), serta Andre Tomatala (AT). Kuasa hukum Erasmus, Adrianus Agal, menyatakan bahwa kliennya menculik Ilham atas perintah dari seorang aparat. “Klien kami diperiksa untuk kaitan dengan pelaku F yang menawarkan pekerjaan,” kata dia kepada Tempo di Jakarta pada Kamis, 4 September 2025.

Beberapa sumber yang mengetahui kasus ini membenarkan bahwa inisial F yang dimaksud adalah Feri Herianto. Ia merupakan seorang prajurit di salah satu pasukan elit di TNI AD. Ketiga sumber tersebut juga mengonfirmasi bahwa Feri berperan dalam memberikan perintah kepada para pelaku penculikan untuk menjemput Ilham. Ia juga yang memberikan detail informasi tentang posisi korban kepada para penculik.

Agal mengungkap bahwa kliennya, Erasmus, memang mengenal Feri. Meski demikian, ia tidak menjelaskan hubungan lebih lanjut antara keduanya. “Klien saya Erasmus dan Feri sudah saling mengenal,” tuturnya.

Struktur Klaster dalam Kasus Pembunuhan

Polisi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa ada empat kluster dalam kasus pembunuhan ini dengan total 15 pelaku. Berikut penjelasan masing-masing klaster:

  • Klaster pertama: Aktor intelektual.
  • Klaster kedua: Klaster yang membuntuti.
  • Klaster ketiga: Pelaku penculikan.
  • Klaster keempat: Pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal.

Tim pemantau terdiri atas Rohmat Sukur, Eka, dan Wiranto. Pelaku penculikan adalah Erasmus Wawo, Emanuel Woda Berto, Johanes Ronald Sebenan, Andre Tomatala, serta Reviando. Tim penculik kemudian menyerahkan korban kepada pelaku penganiayaan yaitu Nasir, David, dan Neo.

Sementara itu, klaster terakhir yang menjadi dalang kejahatan adalah Candy alias Ken, Dwi Hartono, Yohanes Joko, serta Antonius. Mereka bertanggung jawab atas rencana dan perekrutan pelaku-pelaku lain dalam kasus ini.

Fajar Pebrianto berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar