
JAKARTA, industri otomotif diproyeksikan mengalami penurunan cukup drastis pada 2025. Namun, VinFast tetap optimistis bahwa pasar mobil listrik akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun berikutnya, yaitu 2026.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan keyakinannya bahwa pasar mobil listrik akan terus berkembang. "Mungkin kalau total industri volume memang kami lihat masih moderat peningkatannya karena prediksi forecast Gaikindo tahun ini kan 780.000, kemungkinan tahun depan juga tidak bergerak banyak, mungkin kisaran 800.000 sampai 820.000, kalau itu forecast kami," ujar Kariyanto saat ditemui di VCreator Summit 2025 di Bali, Sabtu (20/12/2025).
Meskipun demikian, menurut Kariyanto, komposisi atau kontribusi pasar mobil listrik dipastikan akan meningkat secara pesat. Ia menjelaskan bahwa pada akhir 2025, kontribusi mobil listrik sekitar 13 persen. Pihaknya yakin bahwa pada 2026, kontribusi tersebut bisa melampaui 20 persen dari total industri volume.
"Jadi, kami tetap optimistis bahwa industri mobil listrik masih akan terus berkembang. Karena kalau kita lihat kan memang tahun ini juga pertumbuhan kurang lebih di kisaran angka tersebut. Tahun depan pun prediksi pemerintah juga kurang lebih di kisaran yang sama," kata Kariyanto.
Ia menambahkan, "Tetapi, kan kita melihat fenomena yang sangat istilahnya baik. Tahun lalu itu kontribusi mobil listrik dari total industri volume hanya kurang lebih 4,9 persen. Tahun ini meningkat pesat ke level 12 persen bahkan sampai mungkin 13 persen di akhir tahun ini."
Beberapa faktor mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik, antara lain:
- Penambahan model kendaraan listrik yang semakin beragam dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
- Harga yang semakin terjangkau, terutama setelah adanya pengembangan teknologi dan skala produksi yang meningkat.
- Infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya (charging station) yang terus berkembang dan tersebar di berbagai wilayah.
Namun, ada tantangan yang juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah hilangnya insentif untuk mobil listrik impor mulai tahun depan. Hal ini bisa memengaruhi daya saing pasar mobil listrik, terutama bagi merek-merek asing yang sebelumnya bergantung pada kebijakan pemerintah untuk menawarkan produknya dengan harga lebih murah.
Dengan situasi ini, VinFast dan pelaku industri lainnya harus terus berinovasi dan memperkuat posisi mereka di pasar yang dinamis. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari pemerintah, potensi pasar mobil listrik di Indonesia masih sangat besar. Kariyanto menegaskan bahwa pihaknya tetap percaya diri bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga 2026 dan seterusnya.
Komentar
Kirim Komentar