
Film Perang Kota: Adaptasi Klasik yang Mengguncang Layar Lebar
Film Perang Kota, karya sutradara Mouly Surya, resmi dirilis di bioskop pada 30 April 2025. Film ini merupakan adaptasi bebas dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang pertama kali terbit pada tahun 1952. Dengan alur cerita yang penuh drama dan konflik, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang mendalam dan memperkaya dunia perfilman Indonesia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebelum tayang di Indonesia, Perang Kota lebih dulu menggebrak layar lebar internasional dengan menjadi film penutup di International Film Festival Rotterdam (IFFR) pada 9 Februari 2025. Kolaborasi antara Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures serta dukungan dari rumah produksi internasional seperti Giraffe Pictures, Volya Films, dan Kongchak menunjukkan skala produksi yang luar biasa dan ambisi besar dalam menyajikan kisah bersejarah ini.
Latar Sejarah dan Lokasi Syuting
Latar belakang film ini berlatar Jakarta tahun 1946, masa penuh gejolak setelah kemerdekaan ketika kota tersebut dibakar oleh pasukan asing. Proses syuting dilakukan di beberapa kota bersejarah seperti Semarang, Surabaya, Ambarawa, dan Yogyakarta untuk menciptakan atmosfer yang autentik dan sesuai dengan era tersebut. Lokasi-lokasi ini dipilih karena kemiripan dengan kondisi kota Jakarta pada masa perang dulu.
Isa, Guru dengan Masa Lalu Kelam
Tokoh utama, Isa (Chicco Jerikho), adalah mantan pejuang berusia 35 tahun yang kini menjadi guru sekolah dasar. Di balik ketenangannya, Isa menyimpan trauma perang yang membuatnya kehilangan gairah hidup dan menghadapi pergulatan batin mendalam. Karakter ini mewakili perjalanan seorang pria yang berusaha melupakan masa lalu tetapi selalu dihantui oleh kenangan buruk.
Cinta dan Pengkhianatan di Tengah Kekacauan
Isa hidup bersama istrinya Fatimah (Ariel Tatum) dan anak angkat mereka Salim, di tengah konflik bersenjata melawan Belanda. Namun, ketegangan meningkat ketika Fatimah menjalin hubungan dengan Hazil (Jerome Kurnia), murid biola Isa. Hubungan ini menciptakan konflik batin yang kompleks dan memperlihatkan bagaimana cinta bisa menjadi sumber penderitaan dalam situasi kacau.
Misi Rahasia yang Berbahaya
Dalam situasi genting, Isa kembali ditugaskan menjalankan misi rahasia bersama Hazil — meledakkan bioskop di Pasar Senen yang menjadi markas para pejabat NICA dan Britania. Target utama mereka adalah Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Misi ini tidak hanya membahayakan nyawa mereka tetapi juga menguji kesetiaan dan keberanian Isa dalam menghadapi ancaman yang sangat besar.
Deretan Pemeran dan Prestasi
Selain tiga pemeran utama, film ini juga dibintangi oleh Rukman Rosadi, Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Indra Birowo, Alex Abbad, Dea Panendra, dan Kin Wah Chew. Kehadiran para aktor berpengalaman ini memperkuat daya tarik film ini dan memberikan kualitas yang tinggi.
Pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025, Perang Kota berhasil meraih 10 nominasi, menegaskan kualitas sinematik dan kekuatan narasinya sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Dengan kombinasi alur cerita yang kuat, akting yang memukau, dan produksi yang luar biasa, film ini layak disebut sebagai karya yang patut diapresiasi oleh penonton dan kalangan profesional di bidang perfilman.
Komentar
Kirim Komentar