PT PAL meluncurkan frigate KRI Balaputradewa-322, kuatkan kedaulatan laut Indonesia

PT PAL meluncurkan frigate KRI Balaputradewa-322, kuatkan kedaulatan laut Indonesia

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada PT PAL meluncurkan frigate KRI Balaputradewa-322, kuatkan kedaulatan laut Indonesia yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
PT PAL meluncurkan frigate KRI Balaputradewa-322, kuatkan kedaulatan laut Indonesia

Peluncuran Frigate Merah Putih: Langkah Penting Menuju Kemandirian Teknologi Pertahanan

PT PAL Indonesia, salah satu perusahaan galangan kapal terkemuka di Indonesia, telah meluncurkan Frigate Merah Putih (FMP) pertama di Surabaya pada Kamis, 18 Desember 202. Kapal perang tersebut diberi nama KRI Balaputradewa-322 dan dirancang untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia secara mandiri. Peluncuran ini menjadi tanda penting bahwa industri galangan dalam negeri mampu membangun kapal kombatan modern dengan melibatkan penuh tenaga ahli lokal.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Frigate Merah Putih tidak hanya menjadi aset TNI AL, tetapi juga simbol kepercayaan diri Indonesia di sektor teknologi pertahanan. Dengan desain yang canggih dan kemampuan operasional yang luas, kapal ini menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan alutsista nasional.

Kedaulatan Teknologi Jadi Fokus Utama

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembangunan kapal ini mencerminkan penguasaan teknologi nasional. Dalam sambutan tertulisnya, ia menilai keterlibatan insinyur Indonesia sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan pada produk impor. “Pelibatan penuh SDM nasional dalam pembangunan kapal ini menunjukkan kedaulatan teknologi pertahanan Indonesia,” ujarnya.

Proses pembangunan Frigate Merah Putih dilakukan dengan melibatkan para ahli teknik dan insinyur dari dalam negeri, sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri pertahanan Indonesia.

Standar Internasional, Kualitas Global

PT PAL memastikan seluruh proses pembangunan Frigate Merah Putih mengikuti Naval Rules Certification. Sertifikasi ini menjamin kualitas struktur kapal, sistem persenjataan, serta integrasi teknologi setara dengan standar global. Dengan spesifikasi tersebut, Frigate Merah Putih diklaim menjadi salah satu kapal perang paling modern di kawasan Asia Tenggara.

Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai operasi laut terbuka, pengamanan wilayah perairan, hingga misi strategis pertahanan. Kemampuan yang dimiliki oleh Frigate Merah Putih membuatnya menjadi salah satu kapal perang yang sangat diminati di kawasan ini.

Senjata Laser Jadi Sorotan

Selain peluncuran kapal, PT PAL juga menampilkan inovasi tak terduga berupa uji coba senjata laser portabel. Demonstrasi ini dipandu langsung oleh Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenot, dan menjadi daya tarik utama acara. Menurut laporan, senjata ini disebut sebagai laser portabel pertama di dunia yang memiliki daya hancur mematikan hingga jarak 500 meter.

Ke depan, teknologi ini direncanakan akan diintegrasikan ke dalam sistem persenjataan Frigate Merah Putih. Inovasi ini menunjukkan komitmen PT PAL dalam mengembangkan teknologi pertahanan yang mutakhir dan dapat bersaing di tingkat internasional.

Transformasi PT PAL sebagai Pusat Inovasi Pertahanan Nasional

Peluncuran KRI Balaputradewa-322 menegaskan arah transformasi PT PAL sebagai pusat inovasi pertahanan nasional. Dengan menggabungkan pembangunan kapal perang dan pengembangan senjata canggih, Indonesia semakin dekat pada target kemandirian alutsista.

Keberhasilan ini juga memperkuat posisi industri pertahanan nasional di mata internasional, sekaligus mempertegas komitmen negara menjaga kedaulatan laut dengan kemampuan sendiri. Dengan adanya Frigate Merah Putih dan inovasi lainnya, Indonesia menunjukkan kemampuan untuk bersaing di kancah global tanpa harus bergantung pada teknologi asing.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar