Ruben Neves Jadi Penyelamat: Portugal Lolos dari Tekanan, Kalahkan Irlandia 1-0

Ruben Neves Jadi Penyelamat: Portugal Lolos dari Tekanan, Kalahkan Irlandia 1-0

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Ruben Neves Jadi Penyelamat: Portugal Lolos dari Tekanan, Kalahkan Irlandia 1-0 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Ruben Neves Jadi Penyelamat: Portugal Lolos dari Tekanan, Kalahkan Irlandia 1-0

Kemenangan Tipis Portugal atas Irlandia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

Di menit ke-91, saat harapan mulai menghilang dan penonton di tribun hampir pasrah, Francisco Trincão memberikan umpan silang yang sempurna dari sisi kanan. Bola itu melayang di udara dingin Estadio José Alvalade, melewati kerumunan pemain di kotak penalti, dan akhirnya di tanduk oleh Ruben Neves. Tendangan keras itu mengarah ke pojok kanan atas gawang, dan Caoimhin Kelleher yang tampil heroik malam itu tidak bisa menghalangi bola. Gol!

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Stadion bergemuruh dengan antusiasme tinggi. Neves berlari dengan tangan terkepal, sedangkan Cristiano Ronaldo menepuk dadanya dan menatap langit dengan senyum lega. Itulah momen yang menyelamatkan Portugal dari malam tanpa cahaya.

Portugal berhasil memenangkan pertandingan melawan Republik Irlandia dengan skor 1-0 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup F, yang berlangsung pada Minggu 12 Oktober 2025 dini hari WIB di Estadio Jose Alvalade, Lisbon.

Tensi Awal di Kota Lisbon

Dari peluit pertama, aroma dominasi Portugal langsung terasa. Ronaldo, masih menjadi pusat perhatian dalam skuad Fernando Santos, nyaris membuka keunggulan di menit ke-17. Sepakan kerasnya menghantam tiang gawang, membuat penonton menahan napas seolah waktu berhenti sejenak.

Serangan Portugal mengalir deras. Bruno Fernandes, Vitinha, dan Bernardo Silva bergantian menusuk jantung pertahanan Irlandia. Peluang emas datang di menit ke-41 saat Fernandes mengirim umpan lambung ke kepala Gonçalo Inácio, tapi Kelleher — kiper muda yang bermain untuk Liverpool — menepis bola dengan refleks luar biasa.

Tiga menit berselang, tembakan Fernandes dari jarak dekat juga berhasil diamankan sang kiper. Babak pertama berakhir tanpa gol, namun Portugal tampil dominan. Irlandia seperti bertahan di bawah bayang-bayang badai.

Ronaldo Gagal Penalti, Kelleher Jadi Dinding

Babak kedua dimulai dengan tekanan yang tak berkurang sedikit pun. Ruben Neves mencoba dari jarak jauh, Vitinha menembak keras dari luar kotak penalti — keduanya masih bisa dibendung Kelleher, yang tampil bak tembok hidup.

Menit ke-73, drama besar terjadi. Portugal mendapat hadiah penalti setelah Dara O’Shea dianggap handball di kotak terlarang. Ronaldo maju sebagai eksekutor. Stadion terdiam — hanya suara jantung ribuan suporter yang terdengar berdetak bersamaan. Tendangan dilepaskan… dan Kelleher menepisnya!

Ronaldo menunduk, menatap tanah. Bola pantul yang seharusnya bisa jadi gol juga gagal dimanfaatkan. Lisbon sempat murung. Wajah Ronaldo disorot kamera, matanya seolah menyimpan amarah yang ditelan sendiri. Namun pertandingan belum berakhir.

Gol Penebus dari Ruben Neves

Waktu terus berjalan menuju menit ke-90, papan skor masih beku di angka 0-0. Saat sebagian penonton mulai meninggalkan tempat duduk, datanglah momen magis itu. Trincão yang baru masuk di menit ke-62 menggantikan Diogo Dalot mengirim umpan silang sempurna. Neves, yang malam itu berlari tanpa henti di lini tengah, menanduk bola sebersih mungkin.

Gawang Irlandia akhirnya koyak — dan seluruh stadion meledak. Portugal menang 1-0. Bukan kemenangan besar, tapi penuh arti. Mereka kini mengoleksi sembilan poin dari tiga laga, unggul lima poin dari Hungaria di posisi kedua. Armenia dan Republik Irlandia menyusul di peringkat ketiga dan keempat dengan tiga dan satu poin.

Susunan Pemain

Portugal: Diogo Costa; Diogo Dalot (Trincão 62'), Rúben Dias, Gonçalo Inácio (Veiga 46'), Nuno Mendes; Ruben Neves, Vitinha (Semedo 61'); Pedro Neto (Rafael Leão 61'), Bruno Fernandes (Ramos 86'), Bernardo Silva; Cristiano Ronaldo.

Republik Irlandia: Caoimhin Kelleher; O'Brien, Collins, Dara O'Shea, Seamus Coleman (Egan 86'); Cullen, Molumby, Manning; Ebosele (Johnston 64'), Ogbene (Smallbone 77'), Ferguson (Parrott 78').

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Ini tentang keteguhan sebuah tim yang tetap mencari jalan di tengah tekanan. Ronaldo mungkin gagal dari titik putih, tapi ia tetap pemimpin di lapangan — memberi tepukan dan dorongan bagi rekan-rekannya untuk terus berlari. Ruben Neves pun menunjukkan bahwa generasi penerus Portugal telah siap mengambil tanggung jawab besar di panggung dunia.

Di malam yang dingin di Lisbon, satu sundulan mengubah cerita. Selecao das Quinas tetap sempurna, dan langkah menuju Piala Dunia 2026 terus terjaga.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar