Sukses Jakarta Gymnastics 2025, Jejak dan Warisan Senam Indonesia

Sukses Jakarta Gymnastics 2025, Jejak dan Warisan Senam Indonesia

Dunia olahraga tengah memanas hari ini. Terkait Sukses Jakarta Gymnastics 2025, Jejak dan Warisan Senam Indonesia, para suporter tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kesuksesan Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Jakarta

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan The 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 (Jakarta Gymnastics 2025) di Jakarta. Menurutnya, sukses ini menjadi sejarah dan warisan yang berharga bagi olahraga senam di Tanah Air.

Federasi Gimnastik Indonesia menutup penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (25/10/2026). Di acara penutupan, Ita merasa lega karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Pada perayaan penutupan, Ita menyampaikan bahwa meskipun sempat terjadi sedikit ketegangan jelang pelaksanaan Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 terkait penolakan atlet Israel, semua hambatan dapat dikendalikan dengan baik. "Alhamdulillah, penutupan berjalan lancar dan seluruh kegiatan terselenggara dengan baik. Hambatan kecil yang ada dapat kami kendalikan," kata Ita dalam keterangan resmi FGI, Minggu (26/10/2025).

Banyak pihak menyampaikan pujian atas penyelenggaraan yang profesional dan penuh semangat kebersamaan. Ita juga menyampaikan bahwa para delegasi yang hadir merasa sangat puas dengan pelayanan dan keramahan yang ditunjukkan oleh panitia penyelenggara. "Mereka memuji hospitality Indonesia yang dinilai luar biasa. Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena untuk pertama kalinya kami menyelenggarakan event sebesar ini dan semuanya berjalan sukses," ujar Ita.

Ita menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan event ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Menpora Erick Thohir, DKI Jakarta, NOC Indonesia, KONI, INASPRO, Jakarta Artistic Gymnastics Organizing Committee (JAGOC) hingga para relawan (volunteer) yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan ajang ini. Tak ketinggalan para sponsor yang mendukung acara ini berjalan dengan lancar.

Mewariskan Alat untuk Pembinaan Atlet

Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 tidak hanya menjadi pencapaian prestise, tetapi juga menjadi babak baru dalam sejarah gimnastik Indonesia yang tengah bertumbuh untuk bisa bersaing di pentas internasional. "Ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi dunia," tutur Ita.

Untuk mewujudkan sukses prestasi di masa depan, alat-alat yang dipakai pada Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 ini akan diwariskan sebagai sarana latihan atlet-atlet Indonesia. Sebagai informasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyediakan enam set peralatan untuk penyelenggaraan Jakarta Gymnastics 2025. Setelah penyelenggaraan, peralatan tersebut kemudian dihibahkan kepada Gimnastik Indonesia.

Menurut Ita Yuliati, tiga set peralatan akan ditempatkan di Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), pusat pelatihan olahraga baru yang sedang dibangun pemerintah di Cibubur, Jakarta Timur. Sisanya dipinjamkan ke Pengurus Provinsi (Pengprov) yang tengah menjalankan program pelatihan jangka panjang menuju Olimpiade.

Tujuan dari pengalokasian peralatan ini adalah untuk memberikan semangat kepada para atlet agar dapat berpretasi di panggung dunia, sesuai dengan slogan Jakarta Gymnastics 2025 yakni Move to Inspire atau Bergerak untuk Menginspirasi.

"Jadi rasanya dengan selesainya ini, kita baru saja melangkah kepada jenjang selanjutnya, yaitu pembinaan," ucap Ita. "Saya yakin, walaupun masing-masing provinsi tidak mendapatkan full set, tapi paling tidak mereka punya semangat, mempunyai atlet, mempunyai alat-alat yang baru," tambah dia.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Selanjutnya, Kejuaraan Dunia Gimnastik 2026 akan diselenggarakan di Belanda. Dengan kesuksesan yang diraih pada tahun ini, Indonesia memiliki dasar yang kuat untuk terus berkembang dalam bidang gimnastik. Ita berharap, dengan adanya alat-alat yang disediakan dan semangat yang tinggi, atlet-atlet Indonesia dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar