
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penghargaan Nobel 2025 untuk Bidang Fisiologi atau Kedokteran
Penghargaan Nobel tahun 2025 telah diumumkan sejak 6 Oktober lalu. Sektor pertama yang diumumkan adalah bidang Fisiologi atau Kedokteran. Tiga nama yang terdiri dari satu perempuan berhasil mencatatkan prestasi. Mereka mendapatkan penghargaan ini karena berkontribusi dalam penemuan tentang toleransi imun perifer.
Keterangan di laman resmi Nobel menyebutkan bahwa mereka diberikan penghargaan atas penemuan mengenai toleransi imun perifer. Ketiganya berhasil mengidentifikasi penjaga keamanan sistem imun, yaitu sel T regulator, yang mencegah sel imun menyerang tubuh kita sendiri.
Menurut Olle Kämpe, ketua Komite Nobel, penemuan mereka sangat menentukan pemahaman kita tentang cara kerja sistem kekebalan tubuh dan mengapa kita tidak semua mengembangkan penyakit autoimun yang serius. Hadiah senilai 11 juta krona Swedia (Rp 19,3 miliar) akan dibagi rata kepada para pemenang.
Berikut adalah nama-nama ketiga pemenang Nobel 2025 di bidang Fisiologi atau Kedokteran:
-
Shimon Sakaguchi
Ilmuwan asal Jepang yang mendalami imunologi. Ia merupakan Distinguished Professor di Osaka University dan Professor Emeritus di Kyoto University. Gelar Doctor of Medicine diraih tahun 1976 dan Ph.D. tahun 1983 dari Kyoto University. Shimon lahir tanggal 19 Januari 1951 di Shiga, Jepang. -
Mary E. Brunkow
Mary Elizabeth Brunkow lahir di Oregon, Amerika Serikat tahun 1961. Ia merupakan ahli biologi molekular dan imunologi lulusan University of Washington serta Princeton University. Saat ini ia menjabat sebagai senior program manager di Institute for Systems Biology, Seattle, AS. -
Frederick J Ramsdell
Seorang ahli imunologi Amerika Serikat yang menjadi penasihat ilmiah di Sonoma Biotherapeutics, San Francisco. Fred juga merupakan Research Director di Parker Institute for Cancer Immunotherapy, San Francisco. Lahir di Illinois, 4 Desember 1960. Ia meraih gelar Ph.D. 1987 dari University of California.
Hasil Penemuan yang Membuka Jalan Baru
Shimon pada tahun 1995 punya penemuan penting. Saat itu, banyak peneliti yakin bahwa toleransi imun hanya berkembang karena sel-sel imun yang berpotensi berbahaya dihilangkan di timus, melalui proses yang disebut toleransi sentral. Ia menunjukkan bahwa sistem imun lebih kompleks dan menemukan kelas sel imun yang sebelumnya tidak diketahui, yang melindungi tubuh dari penyakit autoimun.
Tahun 2001, Mary dan Frederick mendapati penemuan penting lainnya. Mereka menjelaskan mengapa suatu galur tikus tertentu sangat rentan terhadap penyakit autoimun. Mary dan Fred menemukan bahwa tikus-tikus tersebut memiliki mutasi pada gen yang mereka beri nama Foxp3. Mereka juga menunjukkan bahwa mutasi pada gen yang setara dengan manusia ini menyebabkan penyakit autoimun yang serius, IPEX.
Dua tahun kemudian, Shimon berhasil menghubungkan penemuan-penemuan ini. Ia membuktikan bahwa gen Foxp3 mengatur perkembangan sel-sel yang ia identifikasi pada tahun 1995. Sel-sel ini, yang sekarang dikenal sebagai sel T regulator, memantau sel-sel imun lain dan memastikan bahwa sistem imun kita menoleransi jaringan kita sendiri.
Penemuan ketiganya membuka jalan bagi bidang toleransi perifer, lalu memacu pengembangan pengobatan medis untuk kanker dan penyakit autoimun. Selain itu, penemuan ini dapat mengarah pada keberhasilan transplantasi yang lebih tinggi.
Komentar
Kirim Komentar