
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pentingnya Imunisasi Wajib untuk Balita
Imunisasi wajib untuk balita adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Dengan pemberian vaksin secara teratur sesuai jadwal, sistem kekebalan tubuh anak akan berkembang dengan baik, sehingga mereka bisa tumbuh sehat dan siap menghadapi berbagai ancaman penyakit.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan daftar vaksin wajib yang harus diberikan kepada balita sebagai bagian dari imunisasi dasar. Berikut penjelasan lengkap tentang 12 imunisasi wajib untuk balita beserta jadwal dan manfaatnya:
1. Hepatitis B
Vaksin Hepatitis B diberikan dalam waktu 24 jam setelah bayi lahir untuk mencegah infeksi virus Hepatitis B yang menyerang hati. Virus ini bisa menyebabkan penyakit kronis seperti sirosis atau kanker hati. Dosis lanjutan diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, biasanya bersamaan dengan vaksin kombinasi DTP-HB-Hib sebagai bagian dari imunisasi dasar balita.
2. Polio
Vaksin Polio mencegah penyakit poliomielitis yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Ada dua jenis vaksin Polio, yaitu OPV (oral) dan IPV (suntikan). Pemberian dilakukan saat lahir (OPV-0), lalu di usia 2, 3, dan 4 bulan, serta dosis ulangan di usia 18 bulan.
3. BCG
Vaksin BCG diberikan satu kali pada bayi usia 0–2 bulan untuk melindungi dari penyakit tuberkulosis (TBC), terutama TBC berat seperti meningitis TBC. Imunisasi ini biasanya disuntikkan di lengan kanan atas dan meninggalkan bekas kecil yang menandakan keberhasilan imunisasi.
4. DTP
Imunisasi DTP melindungi anak dari tiga penyakit serius sekaligus, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Pemberian dilakukan tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan, lalu booster di usia 18 bulan. Vaksin ini termasuk salah satu vaksin wajib untuk balita yang harus diberikan tepat waktu untuk menjaga kekebalan tubuh.
5. Hib
Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe b) mencegah infeksi berat seperti meningitis dan pneumonia. Biasanya vaksin ini dikombinasikan dengan DTP dan Hepatitis B dalam satu suntikan. Jadwal pemberiannya sama seperti imunisasi DTP, yaitu pada usia 2–4 bulan.
6. PCV
Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) melindungi anak dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan pneumonia dan radang selaput otak. Diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan, lalu booster di usia 12–15 bulan.
7. Rotavirus
Vaksin Rotavirus mencegah diare berat akibat virus rotavirus yang bisa menyebabkan dehidrasi. Imunisasi ini diberikan secara oral mulai usia 6 minggu hingga maksimal 8 bulan, tergantung jenis vaksin yang digunakan. Termasuk bagian penting dari imunisasi wajib untuk balita karena diare menjadi penyebab utama kematian bayi di dunia.
8. Varisela
Vaksin Varisela mencegah penyakit cacar air yang sangat mudah menular. Dapat diberikan mulai usia 12 bulan, dengan kemungkinan perlu dosis kedua untuk perlindungan maksimal. Imunisasi ini juga membantu mencegah komplikasi cacar seperti infeksi kulit dan pneumonia.
9. Hepatitis A
Vaksin Hepatitis A diberikan untuk mencegah infeksi hati akibat virus Hepatitis A. Umumnya diberikan pada anak usia 2 tahun ke atas, dua kali dengan jarak 6–12 bulan. Vaksin ini disarankan terutama bagi anak yang tinggal di daerah dengan sanitasi kurang baik.
10. Tifoid
Vaksin Tifoid melindungi dari demam tifoid (tipes) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini bisa diberikan mulai usia 2 tahun, dan perlu diulang setiap 3 tahun untuk menjaga efektivitas kekebalan tubuh.
11. Influenza
Vaksin Influenza penting untuk mencegah flu berat dan komplikasi seperti pneumonia. Diberikan mulai usia 6 bulan ke atas, dan diulang setiap tahun karena virus influenza dapat berubah tipe setiap musim. Vaksin ini termasuk dalam imunisasi dasar balita yang dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
12. MR (Measles-Rubella)
Vaksin MR melindungi anak dari campak dan rubella. Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berat seperti radang otak atau cacat bawaan pada janin jika ibu hamil terinfeksi rubella. Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan, dan dosis ulangan pada usia 18 bulan.
Manfaat Imunisasi Wajib untuk Balita
Melengkapi imunisasi wajib untuk balita bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Makin banyak anak yang diimunisasi, makin kecil risiko penularan penyakit di masyarakat. Jika anak sempat terlambat mendapat imunisasi, orang tua tidak perlu panik. Segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk melanjutkan jadwal vaksinasi sesuai usia anak tanpa harus mengulang dari awal.
Dengan melengkapi imunisasi dasar balita dan memberikan semua vaksin wajib untuk balita, orang tua telah memberikan perlindungan terbaik bagi tumbuh kembang anak. Anak pun dapat tumbuh sehat, aktif, dan bebas dari risiko penyakit berbahaya.
Komentar
Kirim Komentar