
Apresiasi terhadap Transformasi Sektor Pertanian
Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo memberikan apresiasi terhadap langkah berani Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mengakselerasi transformasi sektor pertanian sepanjang 2025. Ia menilai kebijakan tersebut berdampak nyata terhadap ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, menyampaikan pandangan itu dalam refleksi akhir tahun, menyoroti perubahan kebijakan pertanian yang dinilai tidak lagi bersifat normatif. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan Kementerian Pertanian menyentuh langsung persoalan produktivitas, lapangan kerja, dan daya saing komoditas nasional.
Transformasi Pertanian Dinilai Berani dan Berdampak Nyata
Bamsoet menilai Mentan Amran mengambil risiko politik yang tidak kecil dengan mendorong transformasi menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan hilirisasi. Kebijakan tersebut, menurutnya, hadir di tengah tekanan ekonomi global, tantangan perubahan iklim, serta melemahnya daya beli masyarakat.
“Saya menilai Mentan Amran telah berani mengambil langkah strategis melalui transformasi dan investasi di sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Transformasi ini bukan hanya wacana, tetapi solusi konkret yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional,” ujar Bamsoet.
Ia menegaskan, sektor pertanian kini tidak lagi diposisikan semata sebagai penopang pangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah Komoditas
Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah fokus Kementerian Pertanian pada hilirisasi. Bamsoet melihat kebijakan ini membuka peluang ekonomi baru, memperpanjang rantai nilai produksi, serta mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Menurut laporan, program hilirisasi pertanian yang dijalankan Kementan mencakup investasi besar pada 14 komoditas strategis nasional. Langkah ini diklaim mendorong tumbuhnya industri turunan di daerah, sekaligus menciptakan jutaan peluang kerja baru.
Bamsoet menilai pendekatan tersebut penting untuk menjawab persoalan struktural yang selama ini membatasi daya saing pertanian Indonesia di pasar global.
Kolaborasi Antar Lembaga Jadi Penentu Keberlanjutan
Selain kebijakan internal, Bamsoet juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemangku kepentingan. Ia menilai stabilitas sektor pertanian tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan pengawasan distribusi, pengendalian impor ilegal, dan kepastian pasar bagi petani.
“Kolaborasi antarkementerian dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar domestik sekaligus menciptakan kerja sama yang sinergis,” katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut mampu menjaga konsistensi kebijakan hingga tahun-tahun mendatang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani di berbagai daerah.
Harapan Keberlanjutan Hingga 2026
Menutup pernyataannya, Bamsoet mendorong agar momentum transformasi pertanian tidak berhenti pada 2025. Ia berharap Kementerian Pertanian terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan kebutuhan lapangan, demi memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar