Fokus pada Kesehatan Pria, Phapros (PEHA) Perkenalkan Terapi DE di InaSAU 2025

Fokus pada Kesehatan Pria, Phapros (PEHA) Perkenalkan Terapi DE di InaSAU 2025

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Fokus pada Kesehatan Pria, Phapros (PEHA) Perkenalkan Terapi DE di InaSAU 2025, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perluasan Portofolio Produk Phapros dalam Segmen Terapi Khusus

PT Phapros Tbk (PEHA) terus memperkuat ekspansi portofolio produknya, khususnya di segmen terapi khusus. Salah satu inovasi terbarunya adalah produk baru untuk kesehatan pria dewasa yang diperkenalkan dalam ajang The 4th InaSAU Meeting 2025 yang berlangsung pada 19–20 Desember 2025 di Lombok.

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menggarap potensi pasar terapi disfungsi ereksi (DE). Saat ini, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pria semakin meningkat, sehingga peluang pasar di segmen ini dinilai masih sangat besar. Produk anyar yang diluncurkan memiliki bentuk oral dissolving film (ODF) berbasis tadalafil. Bentuk ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan sekaligus kepatuhan pasien.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, inovasi ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menyediakan solusi kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien dan perkembangan praktik klinis terkini.

“Terapi berbasis tadalafil dalam bentuk ODF memungkinkan obat larut di mulut tanpa air, sehingga lebih praktis digunakan. Hal ini memberikan kenyamanan serta mendukung efek yang cepat dan bertahan lama,” ujar Ida dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).

Mekanisme Kerja Tadalafil

Tadalafil bekerja sebagai phosphodiesterase-5 (PDE-5) inhibitor yang meningkatkan aliran darah ke corpus cavernosum. Dengan durasi kerja hingga 36 jam, terapi ini dinilai memberikan fleksibilitas waktu penggunaan bagi pasien.

Phapros melihat segmen terapi DE memiliki prospek pertumbuhan yang menarik. Disfungsi ereksi dikaitkan erat dengan penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, gangguan kardiovaskular, hingga faktor gaya hidup. Namun, kondisi ini masih sering dianggap tabu, sehingga tingkat diagnosis dan penanganan medis tergolong rendah.

Melalui partisipasi aktif di forum ilmiah InaSAU, Phapros juga berupaya meningkatkan pemahaman bahwa disfungsi ereksi bukan hanya isu kualitas hidup, tetapi bisa menjadi indikator awal gangguan kesehatan yang lebih serius.

Tingkat Prevalensi Disfungsi Ereksi di Indonesia

Ketua INASAU, Widi Atmoko menyebut bahwa prevelensi disfungsi ereksi di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan beberapa penelitian, angka prevalensi DE di Indonesia mencapai lebih dari 30%, jauh di atas rata-rata global yang berada di kisaran 14%.

“Magnitude masalah disfungsi ereksi di Indonesia cukup tinggi dan perlu mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi medis maupun edukasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pilihan terapi baru dengan karakteristik durasi kerja yang lebih panjang akan memperluas opsi pengobatan bagi pasien. Menurutnya, kolaborasi antara industri farmasi dan organisasi profesi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan pria.

Harapan Ke Depan

Ke depan, Phapros berharap peluncuran produk ini dapat memperkuat penetrasi perseroan di segmen terapi khusus sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kualitas penanganan disfungsi ereksi di Indonesia. Dengan inovasi yang terus dilakukan, perusahaan berkomitmen untuk memberikan solusi kesehatan yang efektif dan nyaman bagi masyarakat.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar