
Presiden Prabowo Subianto: Tantangan Pembangunan Hunian Masih Besar
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa tantangan dalam memenuhi kebutuhan hunian nasional masih sangat besar. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, pada Sabtu, 20 Desember 2025, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, diperkirakan sekitar 29 juta jiwa penduduk Indonesia belum memiliki rumah tinggal sendiri.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus bekerja keras dan berkolaborasi dengan berbagai kementerian serta pihak terkait agar dapat menemukan solusi yang nyata. Presiden menegaskan bahwa jika ada kemauan, pasti akan terbuka jalan. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan pengelolaan kekayaan negara yang selama ini masih kurang optimal.
Kekompakan sebagai Fondasi Utama
Di samping itu, Presiden menekankan bahwa nilai persatuan dan kekompakan dari seluruh elemen bangsa adalah fondasi paling utama untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan serta sejahtera. Dengan adanya keberagaman suku, bahasa, keyakinan, hingga latar belakang, ia melihat persatuan sebagai kekuatan strategis bagi bangsa dalam menjawab tantangan pembangunan.
“Dalam kurun waktu satu tahun, saya rasa kita sudah membuktikan kepada rakyat banyak hal yang dihasilkan sebagai sebuah tim yang solid, sehingga kunci utamanya adalah kekompakan, kerja sama, serta persatuan,” ujar Presiden.
Ia juga memaknai persatuan sebagai bentuk kesetiaan yang bukan ditujukan kepada orang per orang, melainkan setia kepada nilai-nilai, tanah air, bangsa, serta rakyat agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Peran Lapisan Masyarakat dalam Meraih Kemerdekaan
Dalam momen itu, Presiden Prabowo turut mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari perjuangan seluruh lapisan masyarakat. Pihak-pihak seperti petani, nelayan, guru, para kiai, hingga rakyat kecil lainnya memegang peranan krusial dalam menyokong perjuangan bangsa sejak masa awal.
“Mereka semua mewarisi darah pejuang; meski seorang anak petani, petani itu sendiri adalah pejuang karena mereka memberi makan tentara, di mana tanpa makanan tersebut tentara tidak akan bisa berperang,” imbuh Kepala Negara.
Maka dari itu, kemerdekaan Republik Indonesia sebenarnya dihasilkan oleh peran wong cilik, kaum nelayan, para kiai di pesantren, serta para guru, yang menjadi sumber kekuatan bangsa kita.
Pentingnya Pengelolaan yang Lebih Baik
Presiden juga kembali menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya, tetapi proses pengelolaannya wajib dilakukan dengan cara yang lebih baik, transparan, serta bertanggung jawab. Oleh sebab itu, ia memberikan penekanan pada pentingnya penegakan hukum serta kehadiran sosok negara yang bersih dan menjunjung tinggi integritas.
“Kita wajib menegakkan hukum serta peraturan yang ada; negara harus hadir namun dalam kondisi yang bersih, begitu pula dengan pemerintahannya,” tegas Presiden.
Ia menyatakan tidak akan mengizinkan adanya institusi yang korup dan bertekad kuat untuk membersihkan jajaran aparat karena merekalah yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Menjamin Manfaat Pembangunan untuk Seluruh Rakyat
Menurutnya, jika pihak yang memberikan pelayanan tidak jujur atau tidak baik, maka kekayaan negara tersebut selamanya tidak akan pernah sampai ke tangan rakyat.
Melalui upaya percepatan program perumahan rakyat serta penguatan tata kelola di sistem pemerintahan, Presiden menegaskan tekad kuat pemerintah untuk menjamin hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Komentar
Kirim Komentar