3 Sayuran yang Harus Dihindari Digoreng, Bahaya untuk Kesehatan

3 Sayuran yang Harus Dihindari Digoreng, Bahaya untuk Kesehatan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait 3 Sayuran yang Harus Dihindari Digoreng, Bahaya untuk Kesehatan, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Featured Image

Manfaat Sayur dan Risiko Menggorengnya

Makan sayur adalah kebiasaan yang sangat dianjurkan karena kandungan nutrisi yang melimpah. Vitamin, mineral, serta serat dalam sayuran berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mendukung proses metabolisme. Namun, tidak semua cara memasak sayur memberikan manfaat yang maksimal. Salah satu metode yang bisa merusak nutrisi dan justru berisiko bagi kesehatan adalah menggoreng.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berikut beberapa jenis sayuran yang sebaiknya tidak digoreng karena potensi bahayanya:

  • Kol atau Kubis
    Kol yang digoreng dapat menghasilkan senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Konsumsi terlalu sering dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, hingga kanker. Sebaiknya kol dimasak dengan cara direbus atau dimakan langsung tanpa diolah berlebihan.

  • Terong
    Meskipun terong goreng enak untuk disantap, proses penggorengan dapat meningkatkan kadar nitrit yang berpotensi menjadi karsinogenik. Terlalu sering mengonsumsi terong goreng dapat menyebabkan hipertensi, gangguan kardiovaskular, dan tersumbatnya aliran darah. Alternatif pemasakannya adalah disayur, dimakan langsung, atau dibuat sambal.

  • Brokoli
    Brokoli goreng juga memiliki risiko yang sama, yaitu meningkatkan kadar nitrit yang berbahaya. Konsumsi brokoli secara berlebihan dengan cara digoreng dapat menyebabkan kerusakan sel, peradangan, dan risiko kanker. Lebih baik memasak brokoli dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau dimakan mentah.

Pandangan Ahli tentang Penggorengan Sayur

Dr. Tirta, seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, menjelaskan bahwa menggoreng sayur dapat mengurangi nilai nutrisinya. "Sayur yang dimasak dengan cara digoreng akan kehilangan sebagian besar nutrisinya," ujarnya.

Selain itu, jika sayur digoreng terlalu lama atau menggunakan minyak yang sudah digunakan berkali-kali, maka tekstur dan sifatnya akan mirip dengan gorengan biasa. Hal ini bisa meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Kenaikan LDL dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah, yang berpotensi memicu penyakit jantung koroner.

Menurut Dr. Tirta, sayur yang paling bermanfaat adalah yang tidak melalui proses masak berlebihan atau hanya direbus saja. Namun, ia menekankan bahwa merebus terlalu lama juga dapat mengurangi kandungan nutrisi. Oleh karena itu, cara memasak yang paling optimal adalah dengan proses minimal agar nutrisi tetap terjaga.

Efek Jangka Panjang dari Makan Sayur Goreng

Risiko kesehatan akibat makan sayur goreng bukanlah sesuatu yang instan, melainkan efek domino yang terjadi akibat akumulasi jangka panjang. Meski sesekali makan sayur goreng tidak sepenuhnya berbahaya, namun konsumsinya tidak sama dengan makan sayur segar atau yang dimasak dengan cara lain seperti dikukus atau direbus.

Dengan memahami dampak negatif dari penggorengan, kita bisa lebih bijak dalam memilih cara memasak sayur. Pemilihan metode pemasakan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan tubuh dan memaksimalkan manfaat dari sayuran yang kita konsumsi.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar