30 Kendaraan Hias Tampilkan Budaya Daerah di Pawai STQH Nasional 2025 di Kendari

30 Kendaraan Hias Tampilkan Budaya Daerah di Pawai STQH Nasional 2025 di Kendari

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada 30 Kendaraan Hias Tampilkan Budaya Daerah di Pawai STQH Nasional 2025 di Kendari yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
30 Kendaraan Hias Tampilkan Budaya Daerah di Pawai STQH Nasional 2025 di Kendari

Pawai Kendaraan Hias Meriahkan STQH Nasional ke-28 di Kendari

Pawai kendaraan hias menjadi salah satu acara yang memeriahkan penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (11/10/2025). Sebanyak 30 kendaraan hias turut serta dalam pawai ini, yang secara resmi dilepas oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof Abu Rokhmad.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Acara pawai kendaraan hias berlangsung di Lapangan Benu-Benua, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat. Selain peserta dari berbagai provinsi, beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara juga ikut serta dalam pawai ini. Acara ini menampilkan keragaman budaya dan kekayaan Indonesia dalam bentuk hiasan dan tampilan yang menarik.

Peserta Pawai Kendaraan Hias

Sebanyak 19 provinsi di Indonesia turut serta dalam pawai kendaraan hias. Di antaranya adalah:

  • Sulawesi Tengah
  • Papua
  • Jawa Tengah
  • Papua Barat
  • Maluku Utara
  • Kalimantan Utara
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Selatan
  • DKI Jakarta
  • Riau
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Sumatera Barat
  • Banten
  • Aceh
  • Kalimantan Selatan
  • Kepulauan Riau
  • Papua Barat Daya
  • Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah

Selain itu, 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara juga turut serta, yaitu:

  • Kota Kendari
  • Kabupaten Kolaka
  • Buton Selatan
  • Buton Tengah
  • Muna Barat
  • Wakatobi
  • Kolaka Utara
  • Bombana
  • Konawe
  • Konawe Utara

Tidak hanya provinsi dan kabupaten/kota, Polda Sultra juga turut serta dalam pawai ini, sehingga semakin memperkaya nuansa perayaan.

Rute dan Perjalanan Pawai

Rangkaian pawai dimulai dari Lapangan Benu Benua dan berakhir di Masjid Al Kautsar Kendari, Jalan Drs H Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. Perjalanan yang dilewati peserta pawai sejauh 6,2 kilometer. Sementara itu, pawai taaruf yang diikuti kafilah dari 38 provinsi digelar bersamaan dengan rute dari Masjid Al Kautsar menuju kawasan Eks MTQ Kendari, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, berjarak sekira 1 kilometer.

Para kafilah terlihat memperkenalkan baju adat, rumah adat, serta masjid yang dikemas dalam bentuk miniatur dari daerah masing-masing. Hal ini menunjukkan keragaman budaya dan keindahan Indonesia dalam bingkai nilai-nilai keislaman.

Harapan dari Direktur Jenderal Bimas Islam

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Prof Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari syiar kitab suci Al-Qur’an dan semangat keagamaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, pawai ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga cerminan bagaimana nilai-nilai kitab suci dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pawai taaruf dan kendaraan hias ini, masyarakat dapat menyaksikan keindahan dan keragaman bangsa Indonesia dalam bingkai nilai-nilai keislaman.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan STQH dapat berjalan dengan lancar dan memberikan prestasi terbaik bagi para peserta, serta kesan positif bagi masyarakat Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

“Semoga STQH bisa berjalan dengan lancar, sukses dari segi pelaksanaannya dan juga prestasinya,” jelasnya.

Jadwal Pelaksanaan STQH Nasional 2025

STQH Nasional 2025 dimulai dengan pawai pagi ini, lalu pembukaan di malam harinya, dan akan berlangsung hingga Minggu, 19 Oktober 2025. Acara ini menjadi ajang kompetisi yang melibatkan berbagai provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, serta menjadi momen penting untuk menunjukkan kekayaan budaya dan keagamaan bangsa.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar