Kepemimpinan Gubernur Maluku yang Berorientasi Kolaborasi
Gubernur Maluku, Hendrik Izaac Lewerissa, mengakui bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Salah satu unsur penting yang harus dijalin kerja sama adalah media. Dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis, ia menyampaikan harapan agar media menjadi mitra dalam menyebarkan informasi tentang pencapaian pemerintah daerah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Hendrik Izaac Lewerissa, yang kini menjabat sebagai Gubernur ke-14 Maluku, merupakan gubernur kedua yang berlatar belakang praktisi hukum. Sebelumnya, Johannes Latuharhary pernah menjabat sebagai gubernur pertama pada masa 1950–1955. Selain itu, Hendrik juga dikenal sebagai tokoh politik yang aktif dalam Partai Gerindra dan pernah menjabat sebagai anggota Komisi Perdagangan dan BUMN DPR-RI.
Pada hari Jumat (19/12/2025), Hendrik telah menjalani tugasnya sebagai gubernur selama 302 hari. Ia dilantik bersama 961 kepala daerah lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 Februari 2025 lalu. Sebagai alumni Temple University di Amerika Serikat, ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman dalam dunia hukum.
Dalam wawancara tersebut, Hendrik menyampaikan beberapa cerita mengenai pencapaian dan tantangan yang dihadapi selama masa jabatannya. Ia juga membahas isu-isu terkait relasi antara pemerintah dan media, serta harapan kepada media untuk menjadi agen penyampai informasi yang akurat dan bermanfaat.
- Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Hendrik antara lain:
- Media menjadi salah satu mitra penting dalam menyampaikan informasi.
- Ia meminta media seperti Tribunnews, TribunAmbon, dan Kompas untuk membantu menyampaikan capaian pemerintah.
- Hendrik menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang anti-kritik. Ia percaya bahwa kritik dan logika adalah mata uang berharga dalam dunia politik dan media.
Selain itu, Hendrik juga menyampaikan harapan agar media dapat menjadi "public encourage" atau pendorong aspirasi publik. Ia berharap media tidak hanya meliput berita negatif, tetapi juga memberitakan sosok-sosok lokal yang berkontribusi positif bagi masyarakat, seperti pemuda yang bergerak dalam gerakan anti-stunting atau aktivis lingkungan.

Keterlibatan Media dalam Pembangunan Daerah
Hendrik juga menyampaikan bahwa tidak semua urusan publik bisa dibebankan kepada pemerintah. Media memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk saling membantu, gotong royong, dan mandiri. Contohnya, saat terjadi tanah longsor di Maluku Tengah, ia menilai bahwa masyarakat setempat bisa bekerja sama untuk menangani masalah tersebut tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.
Masalah fiskal juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah. Hendrik menyatakan bahwa Maluku masih sangat bergantung pada transfer keuangan pusat (TKD). Perubahan kecil saja bisa berdampak besar bagi daerah. Oleh karena itu, pemerintah akan segera merealisasikan pinjaman dari SMI (Sarana Multi Infrastruktur) Kemenkeu untuk mendukung pembangunan daerah.
Selama wawancara, Hendrik juga sempat memperlihatkan kesadaran yang tinggi terhadap isu-isu terkini, termasuk peran media sosial dan artificial intelligence (AI) dalam dunia jurnalisme. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf karena baru mengetahui bahwa aiotrade adalah bagian dari Kompas Gramedia.
Dalam kesempatan tersebut, Hendrik didampingi oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda Maluku Kasrul Selang dan seorang staf khusus. Kasrul, yang baru tiga pekan kembali menjabat sekda, juga turut mencatat poin-poin penting dari pembicaraan tersebut.
Hendrik menegaskan bahwa ia akan terus menjalin hubungan yang baik dengan media, baik yang bersifat pemuja maupun yang kritis. Baginya, kolaborasi dengan media adalah kunci dalam menjalankan pemerintahan yang transparan dan efektif.
Komentar
Kirim Komentar