
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bandung: Laboratorium Rasa yang Menggugah Selera
Bandung, kota yang sering disebut sebagai Paris van Java, tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk. Kota ini juga menjadi laboratorium rasa Indonesia yang kaya akan tradisi kuliner. Dari gerobak di pinggir trotoar hingga warung kecil, setiap sajian menghadirkan cita rasa yang kuat dan bercerita tentang akulturasi antara budaya Sunda dan Tionghoa.
Berikut adalah lima kuliner kaki lima ikonik di Bandung yang layak dicoba, baik oleh warga lokal maupun wisatawan:
1. Bubur Ayam Ihsan
Bubur Ayam Ihsan berada di Jalan Bancai, dekat kawasan Braga, dan telah menjadi institusi sarapan bagi warga Bandung. Warung ini terkenal ludes sebelum pukul 09.00 pagi, menunjukkan betapa populer bubur ayam khas Bandung ini.
Ciri khas bubur Ihsan adalah teksturnya yang kental dan creamy tanpa kuah kuning encer. Rasa gurih berasal dari campuran kecap asin, merica, dan kaldu bening yang menyatu sempurna dengan beras. Keunikan lainnya adalah dua jenis cakwe yang disajikan bersama, yakni cakwe basah yang kenyal dan cakwe kering yang renyah. Inovasi ini menjadikan pengalaman makan bubur lebih nikmat dan memperkaya sensasi rasa.
2. Lontong Cibadak
Lontong Cibadak berada di kawasan Cibadak, yang terkenal dengan kuliner malamnya. Namun, tempat ini justru menonjol pada pagi hari sebagai contoh pelestarian kearifan lokal Sunda dalam bentuk sarapan tradisional.
Keistimewaannya terletak pada kuah sambal oncom yang khas. Oncom merah hasil fermentasi ampas tahu memberikan rasa umami unik dengan sedikit earthy dan sensasi pedas yang muncul di akhir. Lontong yang digunakan bukan hanya polos, tetapi juga bisa diisi dengan oncom, ayam, atau kacang merah. Dilengkapi dengan pastel legendaris yang renyah, pengalaman menyantap Lontong Cibadak menjadi ritual sarapan yang autentik dan berkesan.
3. Kuo Tie Ayam Mas Iman
Di Jalan Nanas Cihapit, Kuo Tie Ayam Mas Iman menunjukkan bagaimana kuliner Tionghoa beradaptasi dengan pasar lokal. Kuo tie biasanya berbahan daging babi, tetapi di sini diolah menjadi versi ayam yang halal tanpa menghilangkan karakter rasa.
Isian ayam cincang dipadukan dengan bihun dan tahu untuk menjaga kelembapan dan kejuicy-an. Aroma kucai menjadi identitas kuat yang mempertahankan cita rasa Tionghoa klasik. Proses memasak menggunakan teknik tiga tahap: digoreng, dikukus, lalu digoreng kembali. Hasilnya adalah bagian bawah yang renyah, kulit lembut, dan isian yang juicy, sepadan dengan harga premium dan antrean panjang.
4. Cuanki Coy Eric Brebet
Cuanki Coy Eric Brebet di Cibadak menjadi fenomena baru yang viral di media sosial. Dipopulerkan oleh Kang Erik, cuanki ini berhasil menarik perhatian generasi muda dengan konsep personal branding dan rasa ekstrem.
Daya tarik utamanya adalah tingkat kepedasan tinggi dari cabai cengek domba lokal yang terkenal pedas dan beraroma fruity. Kuahnya sangat aromatik, kaya bawang, dan bebas amis, menjadikannya berbeda dari cuanki pada umumnya. Dengan harga yang sangat terjangkau, cuanki ini membuktikan bahwa sensasi rasa kuat tidak harus mahal. Tak heran jika penjualannya mencapai ribuan porsi per hari dalam waktu singkat.
5. Mie Yamin Abut
Mie Yamin Abut berada di Jalan Rangga Gading, Tamansari, dan dikenal sebagai salah satu penyaji mie yamin terbaik. Berada di kawasan pelajar, tempat ini memiliki reputasi sebagai penutup sempurna dalam perjalanan kuliner kaki lima Bandung.
Mie yamin disajikan dengan teknik khas, yakni mie diaduk bersama bumbu, minyak ayam, dan kecap, sementara kuah kaldu disajikan terpisah. Varian yamin manis menjadi primadona karena aroma karamelisasi kecap yang smokey dan legit. Tekstur mie yang kenyal berpadu dengan topping melimpah seperti bakso, pangsit, babat, dan ceker empuk. Strategi harga yang cerdas membuat menu spesial terasa sangat bernilai dan selalu dirindukan.
Kelima kuliner kaki lima Bandung ini membuktikan bahwa kemewahan rasa tidak selalu hadir di restoran berbintang. Justru dari mangkuk sederhana di pinggir jalan, lahir cita rasa yang jujur, kuat, dan berkarakter. Bubur Ihsan, Lontong Cibadak, Kuo Tie Mas Iman, Cuanki Coy Eric Brebet, dan Mie Yamin Abut adalah representasi sejati kekayaan kuliner Bandung. Kini, tinggal Anda yang menentukan, sajian mana yang akan lebih dulu dicicipi dalam perjalanan rasa di Kota Kembang.
Komentar
Kirim Komentar