
Kondisi Pemain Timnas Indonesia U-23 dan Pengaruhnya terhadap Performa
Setelah laga imbang melawan Laos U-23, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menyampaikan beberapa keluhan terkait durasi bermain pemainnya. Ia menilai bahwa banyak pemain yang hanya mendapat waktu bermain yang sangat terbatas di klub masing-masing. Hal ini dinilai bisa memengaruhi kesiapan mereka dalam berkompetisi di level nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Vanenburg berharap agar para pemain bisa memiliki pengalaman bermain lebih lama di klub masing-masing. Dengan durasi bermain yang cukup, pemain diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan taktisnya, sehingga bisa memberikan kontribusi signifikan saat berlaga untuk Timnas Indonesia U-23.
Dari 11 pemain yang turun dalam laga melawan Laos U-23, hanya lima pemain yang konsisten mendapatkan kesempatan bermain di klub masing-masing. Berikut adalah daftar lima pemain tersebut beserta statistik dan performanya:
1. Cahya Supriadi
Kiper PSIM Yogyakarta ini menjadi penjaga gawang utama timnya. Dalam tiga pertandingan Super League, ia telah bermain selama 270 menit. Performanya cukup stabil dengan satu clean sheet dan dua gol yang tercipta dari gawangnya.
2. Kakang Rudianto
Pemain Persib Bandung ini selalu dipilih oleh pelatih Bojan Hodak dalam tiga pertandingan Super League. Ia telah bermain selama 202 menit. Dalam tiga pertandingan tersebut, Persib meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
3. Muhammad Ferarri
Bek tengah Bhayangkara FC ini awalnya dicadangkan oleh Paul Munster dalam laga perdana. Namun, dalam dua pertandingan berikutnya, ia selalu turun sejak menit awal. Total waktu bermainnya mencapai 180 menit. Sayangnya, ia tidak ikut dalam kemenangan Bhayangkara FC atas Persis Solo.
4. Toni Firmansyah
Gelandang Persebaya Surabaya ini berhasil mengunci tempat di skuad Eduardo Perez. Dalam tiga pertandingan Super League, ia telah bermain selama 238 menit. Bahkan, Toni Firmansyah berhasil meraih penghargaan pemain muda terbaik di pekan kedua dan ketiga Super League.
5. Rafael Struick
Penyerang sayap kanan Dewa United ini menjadi pilihan utama dalam dua pertandingan Super League. Ia bermain sejak menit awal dalam laga melawan Malut United dan Persik Kediri. Meskipun telah bermain selama 96 menit, Rafael belum mencetak gol atau assist dalam tiga pertandingan.
Kesimpulan
Performa pemain Timnas Indonesia U-23 sangat bergantung pada pengalaman bermain yang mereka dapatkan di klub masing-masing. Dengan durasi bermain yang cukup, pemain akan lebih siap dalam menghadapi kompetisi internasional. Oleh karena itu, penting bagi klub untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih luas kepada pemain muda guna membantu perkembangan mereka secara keseluruhan.
Komentar
Kirim Komentar