5 Tanda Kucing Terinfeksi Cacing, Perut Membuncit

5 Tanda Kucing Terinfeksi Cacing, Perut Membuncit

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait 5 Tanda Kucing Terinfeksi Cacing, Perut Membuncit, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Ciri-Ciri Kucing yang Terinfeksi Cacing

Kucing yang terinfeksi cacing bisa menunjukkan berbagai tanda-tanda yang perlu diperhatikan oleh pemiliknya. Tanda-tanda ini bisa bervariasi, tetapi umumnya meliputi penurunan berat badan meskipun nafsu makan tetap normal, muntah, diare, serta adanya cacing atau bagian tubuh cacing yang terlihat pada feses atau di sekitar anus.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Selain itu, kucing yang cacingan juga bisa mengalami gangguan pada bulunya, seperti penampilan yang kusam atau kering, serta sering menggaruk atau menggigit area tertentu pada tubuhnya karena rasa gatal yang disebabkan oleh parasit.

Penyebab cacingan pada kucing sangat beragam. Salah satu penyebab utamanya adalah konsumsi inang perantara seperti tikus, burung, atau serangga yang terinfeksi larva cacing pita atau cacing gelang. Kucing juga bisa terinfeksi cacing melalui gigitan kutu atau nyamuk yang membawa larva cacing.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri kucing yang terinfeksi cacing yang perlu diketahui:

1. Penurunan Berat Badan


Kucing yang terinfeksi cacing, seperti cacing pita atau cacing gelang, sering mengalami penurunan berat badan meskipun nafsu makan mereka tetap normal atau bahkan meningkat.

Cacing, terutama cacing gelang (Toxocara cati) dan cacing pita (Dipylidium caninum), dapat mengganggu penyerapan nutrisi di saluran pencernaan. Cacing mengonsumsi sebagian dari nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh kucing, sehingga kucing tidak mendapatkan cukup energi dan nutrisi dari makanannya.

Infeksi cacing dapat menyebabkan peradangan di usus. Gangguan kesehatan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan usus dan mengurangi kemampuan usus untuk menyerap nutrisi secara efektif. Menurut jurnal Journal of Feline Medicine and Surgery, infeksi cacing pada kucing sering menyebabkan malabsorbsi nutrisi. Penurunan berat badan pada kucing dapat dihubungkan dengan gangguan fungsi pencernaan akibat infeksi parasit.

2. Perut yang Membuncit


Perut yang membuncit pada kucing yang terinfeksi cacing, terutama pada anak kucing, adalah salah satu tanda yang paling terlihat dari infeksi parasit ini. Perut yang membuncit ini biasanya disertai dengan penurunan berat badan secara keseluruhan atau tubuh yang kurus.

Infeksi cacing menyebabkan peradangan pada lapisan usus, yang mengakibatkan pembengkakan. Peradangan yang disebabkan oleh cacing gelang seringkali mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari usus, menyebabkan gangguan dalam fungsi normal usus dan meningkatkan volume perut.

Untuk mengatasi perut buncit akibat infeksi cacing pada kucing, penting untuk berkonsultasi ke dokter hewan, nantinya dokter akan meresepkan obat cacing yang sesuai, seperti pirantel pamoat atau praziquantel, untuk membunuh cacing yang ada di dalam tubuh kucing.

3. Kotorannya Mengandung Cacing


Telur cacing gelang dapat ditemukan di feses kucing, meskipun mereka biasanya tidak terlihat tanpa mikroskop. Telur ini berbentuk bulat dan memiliki dinding yang tebal. Biasanya berukuran sekitar 70-90 mikrometer dan memiliki dinding luar yang kasar. Mereka dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan, sehingga infeksi sering terjadi melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.

Ciri ini biasanya dapat diantisipasi dengan cara pengobatan mikroskopis, dokter hewan menggunakan teknik flotasi atau pewarnaan untuk mendeteksi telur cacing dalam feses. Teknik flotasi melibatkan mencampur feses dengan larutan garam atau gula untuk memisahkan telur dari material feses sehingga dapat terlihat di bawah mikroskop.

4. Muntah atau Diare


Cacing yang menginfeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada dinding usus, yang mengganggu fungsi normal pencernaan dan menyebabkan muntah atau diare.

Peradangan pada usus disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh cacing atau akibat dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh cacing yang berlarut-larut. Ini menyebabkan ketidakstabilan dalam fungsi usus, memicu respons muntah dan diare. Menurut jurnal Veterinary Parasitology, mengidentifikasi bahwa cacing gelang dan cacing pita dapat menyebabkan muntah dan diare pada kucing. Peradangan yang disebabkan oleh cacing mengganggu fungsi pencernaan dan menyebabkan gejala gastrointestinal.

5. Kebiasaan Menjilat atau Menggaruk Tubuh Belakang Kucing


Kucing yang terinfeksi cacing, terutama cacing pita (Dipylidium caninum), sering menunjukkan perilaku menjilat atau menggaruk area sekitar anus si anabul.

Infeksi cacing dapat menyebabkan peradangan di sekitar anus, yang bisa menjadi tempat berkembangnya infeksi sekunder jika kucing sering menggaruk atau menjilat area tersebut. Peradangan atau infeksi sekunder akibat dari tindakan menjilat atau menggaruk dapat menyebabkan iritasi tambahan, mengakibatkan kemerahan, pembengkakan, dan kemungkinan infeksi bakterial pada kulit sekitar anus.

Itu lah deretan ciri-ciri kucing yang kena cacingan, Ma. Mari rawat dan jaga kebersihan si anabul ya, Ma.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar