Kerusuhan di Bangladesh Menyusul Kematian Aktivis Mahasiswa

Bangladesh kembali mengalami kerusuhan pada Jumat, 18 Desember 2025 setelah kematian seorang aktivis mahasiswa bernama Sharif Osman Hadi. Ia meninggal sehari sebelumnya setelah ditembak oleh orang tak dikenal di Dhaka. Peristiwa ini memicu gelombang protes yang meluas di seluruh negeri dan memaksa pasukan keamanan untuk dikerahkan menjelang pemilihan nasional bulan Februari.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sharif Osman Hadi adalah seorang tokoh penting dalam demonstrasi besar pada tahun 2024 yang berhasil menumbangkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Kematian Hadi menjadi titik api bagi munculnya kerusuhan di ibu kota dan kota-kota lain. Sejumlah demonstran membanjiri jalanan Dhaka, menuntut penangkapan para pelaku pembunuhan. Namun, aksi tersebut cepat berubah menjadi kekerasan, dengan pengunjuk rasa menyerang gedung-gedung politik, lembaga budaya, dan kantor media.
Beberapa media utama seperti Prothom Alo dan Daily Star dirusak dan dibakar. Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api sementara pasukan keamanan mengamankan area tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil melaporkan setidaknya tiga kasus pembakaran di ibu kota. Para jurnalis yang terjebak di dalam gedung menggambarkan situasi kepanikan saat asap memenuhi ruangan. Api akhirnya berhasil dikendalikan, meskipun beberapa staf awalnya terjebak di dalam.
Kekerasan tidak hanya terjadi di Dhaka, tetapi juga menyebar ke luar kota. Pengunjuk rasa memblokir jalan raya di beberapa distrik, termasuk jalan utama yang menghubungkan ibu kota ke Mymensingh. Di Chittagong, para demonstran menyerang kediaman mantan menteri dan menargetkan Chhayanaut, pusat budaya Bengali. Kantor Asisten Komisi Tinggi India di Chittagong juga diserang, menunjukkan meningkatnya sentimen anti-India sejak Sheikh Hasina melarikan diri ke New Delhi.
Unit polisi dan paramiliter meningkatkan patroli di seluruh Dhaka dan kota-kota besar lainnya menjelang salat Jumat. Meski jalanan sebagian besar tenang pada pagi hari, warga masih merasakan ketegangan tinggi di beberapa lingkungan. Pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian, mengumumkan kematian Hadi dan meminta masyarakat untuk menjaga ketenangan. Dalam pidato televisi, Yunus menyebut kematian Hadi sebagai "kehilangan yang tak tergantikan" dan memperingatkan bahwa kekerasan dapat mengancam kredibilitas pemilu mendatang.
Pemerintah mengumumkan doa khusus di seluruh negeri dan menetapkan hari Sabtu sebagai hari berkabung. Bendera negara dikibarkan setengah tiang sebagai tanda penghormatan. Polisi Bangladesh telah meluncurkan penyelidikan terhadap penembak Hadi, merilis foto dua tersangka dan menawarkan hadiah 5 juta taka untuk informasi yang membantu penangkapan mereka. Yunus menyatakan bahwa penembakan tersebut adalah serangan yang direncanakan sebelumnya oleh jaringan kuat yang ingin menggagalkan pemilu.
Kerusuhan ini menghidupkan kembali kenangan akan tindakan keras pemerintahan Hasina terhadap demonstran mahasiswa. Pada November 2024, Hasina dijatuhi hukuman mati secara in absentia atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penindasan pemberontakan yang akhirnya memaksa ia mundur dari jabatan. Ratusan keluarga yang kehilangan kerabat selama protes terus menuntut keadilan.
Komentar
Kirim Komentar