Angkat Tema Rebirth From Ruin, Doomsday Open Air 2025 Tampilkan Kolaborasi Lintas Genre dan Generasi

Angkat Tema Rebirth From Ruin, Doomsday Open Air 2025 Tampilkan Kolaborasi Lintas Genre dan Generasi

Dunia hiburan kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang Angkat Tema Rebirth From Ruin, Doomsday Open Air 2025 Tampilkan Kolaborasi Lintas Genre dan Generasi yang menjadi trending. Cek faktanya.
Angkat Tema Rebirth From Ruin, Doomsday Open Air 2025 Tampilkan Kolaborasi Lintas Genre dan Generasi di Bandung

Festival Doomsday Open Air 2025 Kembali Mengguncang dengan Tema “Rebirth From Ruin”

Festival musik ekstrem paling berpengaruh di Indonesia, Doomsday Open Air, kembali hadir pada tahun 2025 dengan tema utama “Rebirth From Ruin”. Tema ini menggambarkan semangat kebangkitan, perubahan, dan kekuatan musik yang tetap hidup meski dalam situasi sulit.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Setelah kesuksesan besar di penyelenggaraan sebelumnya, Doomsday Open Air 2025 tampil lebih matang dengan visi yang lebih luas. Tahun ini, festival tersebut tidak hanya menyajikan band metal dan rock ekstrem, tetapi juga membuka ruang bagi genre populer yang sedang digemari oleh anak muda, tanpa meninggalkan akar keras yang menjadi jati dirinya.

“Doomsday menghadirkan gabungan energi ekstrem, rock klasik, modern alternative, hingga warna musik yang lebih progresif dan terbuka,” ujar Angga, event organizer Doomsday Open Air, dalam konferensi pers di Bandung, Kamis 23 Oktober 2025.

Lineup Penuh Energi dan Kolaboratif

Lineup utama yang telah dikonfirmasi mencakup nama-nama besar dan legendaris di panggung musik keras Indonesia seperti Beside (dengan dua set spesial Against Ourselves dan Eleven Heroes), Burgerkill, 510, Jasad, Komunal, The Sigit x Denisa, Alone At Last, Kale, Sunbath, Reregean, The Paps, MCPR, dan Dongker.

Selain itu, masih akan ada deretan penampil kejutan lainnya yang diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @doomsday_open_air. Menurut Angga, kombinasi ini menjadi wujud nyata dari tema “Rebirth From Ruin” — bahwa dari kehancuran dan perbedaan dapat lahir energi baru yang lebih besar.

“Dengan menghadirkan kolaborasi lintas genre, lintas generasi, dan lintas scene, ini akan menjadi salah satu momen paling dinantikan di Doomsday tahun ini,” tambah Angga.

Tiga Panggung, Tiga Dunia Berbeda

Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, Doomsday Open Air 2025 akan menampilkan tiga panggung dengan karakteristik dan atmosfer yang berbeda.

Tiga panggung tersebut antara lain:

  • Apocalypse x Destruction Stage – Panggung utama yang menjadi pusat energi festival, menghadirkan pertunjukan intensitas tinggi dengan tata cahaya megah dan visual imersif.
  • Madness Stage – Arena eksplorasi lintas genre, menampilkan variasi dari metal, rock, punk, hingga alternatif.
  • Intimate Stage – Panggung berkonsep dekat dan personal, memberikan kesempatan bagi penonton untuk berinteraksi lebih hangat dengan para musisi idolanya.

Produksi Spektakuler dan Makna Emosional

Dengan dukungan tata panggung megah, pencahayaan modern, dan visual artistik yang dirancang secara sinematik, Doomsday Open Air 2025 menjanjikan pengalaman festival yang tidak hanya megah secara teknis, tetapi juga bermakna secara emosional.

“Melalui tema Rebirth From Ruin, kami ingin mengajak penonton untuk merayakan perjalanan dari kehancuran menuju kebangkitan — baik secara pribadi maupun kolektif melalui musik,” jelas Angga.

Jadwal dan Lokasi

Festival ini akan digelar pada 2 November 2025 mendatang di Lapangan Pusdikku, Jl. Sindang Sirna No.6, Gegerkalong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Para penggemar musik dari berbagai penjuru tanah air dipastikan akan memadati area festival untuk merasakan langsung atmosfer yang selalu menjadi identitas Doomsday: keras, jujur, dan penuh semangat kebangkitan.

“Doomsday Open Air bukan sekadar festival musik, melainkan ruang persaudaraan di mana batas antar genre dihapus dan semua bersatu dalam satu energi — musik yang hidup, bertransformasi, dan terus bangkit,” pungkas Angga.

Kesimpulan: Tunggu update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar