AS akan hapus tarif produk lokal

AS akan hapus tarif produk lokal

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai AS akan hapus tarif produk lokal menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kebijakan Tarif dan Kemungkinan Pengembalian Dana

Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menyampaikan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak menutup kemungkinan untuk menghapus tarif atau bea masuk barang-barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Hal ini disampaikan dalam acara "Face the Nation with Margaret Brennan" di CBS.

Hassett menjelaskan bahwa jika ada barang yang sama sekali tidak diproduksi di AS, maka Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, sedang memimpin upaya untuk mengevaluasi hal tersebut. Menurutnya, terdapat keinginan untuk mengecualikan beberapa barang dari tarif jika memang tidak seharusnya diproduksi di AS, misalnya karena alasan iklim atau faktor-faktor serupa.

Pertimbangan Mahkamah Agung

Selain itu, penasihat ekonomi utama Gedung Putih ini juga menyatakan keyakinannya bahwa Mahkamah Agung AS akan berpihak pada pemerintah. Pernyataan ini muncul ketika para hakim MA sedang mempertimbangkan apakah presiden memiliki wewenang untuk secara sepihak mengenakan tarif berdasarkan undang-undang kekuasaan darurat federal.

Pemerintah Trump telah menggunakan undang-undang tersebut untuk menerapkan bea masuk pada hampir setiap mitra dagang AS. Hassett menyatakan, "Kami benar-benar berharap Mahkamah Agung akan berpihak kepada kami."

Penjelasan Presiden Trump tentang Tarif

Presiden AS, Donald Trump, pada 9 November lalu menekankan pentingnya tarif yang dikenakan pada barang-barang impor. Ia menyatakan bahwa tarif tersebut telah membantu menurunkan tingkat inflasi negaranya dan menyebabkan harga saham AS mencapai rekor tertinggi.

Trump juga mengkritik para penentang kebijakan tarif, dengan menekankan bahwa AS memperoleh triliunan dolar dari tarif tersebut. Dana ini, menurutnya, akan membantu melunasi utang negara sebesar US$37 triliun atau sekitar Rp619,2 kuadriliun.

Dividen bagi Warga Miskin

Selain itu, Trump berjanji akan memberikan dividen sebesar US$2.000 atau sekitar Rp33,4 juta per orang kepada warga AS, kecuali mereka yang berpenghasilan tinggi, dari pendapatan tarif tersebut. Namun, ide ini menurut Hassett akan "bergantung pada apa yang terjadi di Kongres."

Hassett mengatakan, "Saya memperkirakan bahwa di tahun baru, presiden akan mengajukan proposal kepada Kongres untuk mewujudkannya." Sejak Juli, Trump telah menyampaikan kemungkinan pengembalian dana untuk sebagian warga Amerika berdasarkan pendapatan bea masuk.

Bulan lalu, presiden memposting di media sosial bahwa "dividen setidaknya $2.000 per orang (tidak termasuk orang berpenghasilan tinggi!) akan dibayarkan kepada semua orang." Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada Fox News bulan lalu bahwa cek tersebut kemungkinan akan diberikan kepada rumah tangga yang berpenghasilan kurang dari US$100.000. Dia menambahkan bahwa hal itu masih "dalam pembahasan."

Persyaratan dari Kongres

Hassett menjelaskan bahwa Kongres AS harus menyetujui dana tersebut, yang kemungkinan akan dikeluarkan melalui kode pajak. Proses ini membutuhkan anggota parlemen untuk mengesahkan undang-undang baru yang mengizinkan Departemen Keuangan untuk mengirimkan cek. Meski begitu, Hassett menggembar-gemborkan "banyak berita positif tentang ekonomi" sejak Juli yang menurutnya membuat pemberian bantuan tunai menjadi lebih mungkin.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai AS akan hapus tarif produk lokal ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar