Kehidupan yang Penuh Tantangan

Menjadi bintang film terkenal memang membawa banyak kebahagiaan. Namun, ketika seseorang naik kelas menjadi sutradara ternama, hidupnya bisa dihancurkan oleh masalah keluarga yang tidak terduga. Salah satu contohnya adalah sutradara terkenal Rob Reiner. Ia meninggal bersama istri di masa tuanya akibat tindakan anak keduanya yang tergila-gila narkoba.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Anak nomor dua Rob Reiner, Nick Reiner, sudah mengalami kecanduan narkoba sejak usia 14 tahun. Sejak itu, ia sering keluar masuk pusat rehabilitasi. Menurut catatan polisi di Los Angeles, Nick pernah keluar-masuk panti rehabilitasi hingga 18 kali. Kecanduannya ini menyebabkan kekacauan dalam kehidupan sekolahnya. Meski orang Amerika, Nick tidak sampai lulus SMA. Namun, ia berhasil lulus ujian GED (General Educational Development), yang setara dengan ijazah SMA.
Meskipun memiliki sertifikat GED, Nick tidak pernah masuk universitas. Namun, karena ayahnya terkenal di dunia perfilman Hollywood, Nick bisa bekerja di lingkungan film. Ia bahkan pernah ikut memproduksi film yang disutradarai ayahnya. Selain itu, kakak dan adiknya juga terjun ke dunia film. Namun, meskipun begitu, Nick tetap memiliki jiwa yang tidak stabil.
Nick pernah memutuskan untuk menjadi gelandangan di pinggir jalan di Los Angeles. Saat normal, ia bisa baik. Namun, sesekali ia menjadi labil. Nick sering bertanya kepada siapa pun apakah dirinya benar-benar orang terkenal atau tidak. Pada tanggal 13 Desember lalu, Rob dan istrinya menghadiri pesta di sebuah rumah tokoh film Hollywood. Nick juga hadir di pesta tersebut, namun sedang dalam kondisi "kumat".
Ia mengajak bertengkar tamu-tamu di pesta itu. Ketika ayahnya menegurnya, Nick justru melawan. Terjadilah saling bentak dan saling hardik. Suara mereka sangat keras hingga mengganggu pesta. Akhirnya, Rob mengajak istrinya pulang. Pesta masih jauh dari berakhir.
Besok paginya, pukul 11.00, Emy, anak bungsu Rob, ditelepon oleh ahli terapi. Sang ahli merasa kesulitan masuk rumah Rob. Setelah dibantu oleh Emy, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya: ayahnya telah meninggal dunia di atas tempat tidurnya.
Emy segera menelepon polisi. Saat polisi tiba, diketahuilah bahwa istri Rob juga tewas. Kesimpulan sementara menyatakan bahwa Rob dan istri bunuh diri. Dua jam setelah itu, Nick ditangkap saat berada di dekat salah satu kampus universitas.
Keesokan harinya, Nick harus hadir di pengadilan. Namun, ia tidak hadir karena hasil pemeriksaan kesehatannya, termasuk kesehatan jiwanya, belum selesai. Nick kemudian dijaga ketat. Awalnya, ia bisa membayar uang jaminan agar tidak ditahan. Nilai jaminan itu USD 4 juta. Namun, putusan itu dicabut karena Nick dianggap sangat berbahaya, terutama bisa bunuh diri.
Saat hasil test kesehatan selesai dan Nick bisa hadir di pengadilan, penjagaan atas dirinya tetap ketat. Polisi tidak ingin Nick bunuh diri. Di pengadilan, Nick tidak merasa bersalah. Maka ia tidak mengajukan pengakuan bersalah untuk mendapat keringanan hukuman. Ia siap menjalani proses peradilan.
Di Amerika, bila seorang tersangka langsung mengaku bersalah, maka tidak perlu diadili. Hakim tinggal putuskan berapa hukumannya –lebih ringan dibanding kalau tidak mengaku bersalah. Sidangnya hanya satu kali. Hanya untuk mendengarkan putusan Hakim: berapa lama masuk penjara.
Belakangan, Nick tinggal bersama orang tuanya. Sedangkan adik perempuannya, Emy, tinggal di rumah sendiri, di seberang rumah orang tua. Sidang Nick nanti akan sangat seru. Nick akan dibela pengacara besar yang sering memenangkan kliennya: Alan Jackson. Apalagi tidak ada barang bukti yang kuat. Kalau pun Nick pelakunya, ia sangat rapi dalam melakukan aksinya. Atau jangan-jangan memang bukan Nick.
Rob sendiri Anda sudah tahu: sutradara film terkenal yang Anda pasti sudah nonton: When Harry Met Sally. Juga film The Princess Bride, dan This is Spinal Tap. Masih banyak lagi. Istrinya juga orang film. Karya fotonya sampai dipakai untuk cover buku Donald Trump yang amat terkenal The Art of the Deal.
Tapi pasangan ini sangat pro Demokrat. Rob bersahabat dengan para politisi Demokrat seperti Bill Clinton, Barack Obama, dan Kamala Harris. Bahkan di hari kematiannya itu, setelah menjalani terapi, Obama dan istri sebenarnya dijadwalkan bertemu Rob dan istri. Tokoh-tokoh Demokrat tersebut merasa kaget dan bersedih, tapi Trump justru mengucapkan kata-kata ejekan atas kematian Rob itu.
“Mereka meninggal dalam keadaan Trump derangement syndrome,” tulis Trump di medsosnya. Tentu Rob tidak bisa membalas ejekan Trump itu. Rob sendiri tidak akan peduli. Jangankan Trump. Rob tergolong orang yang tidak peduli Tuhan. Ia memang Yahudi kelahiran New York, tapi ia mendeklarasikan diri sebagai ateis. Kini Rob tahu tahu sendiri seperti apa yang sebenarnya: apakah surga dan neraka itu ada.
Komentar
Kirim Komentar