
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bahaya Mikroplastik dalam Hujan Jakarta
Di Jakarta, hujan yang turun ternyata mengandung partikel mikroplastik. Hal ini disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang sering melakukan pembakaran sampah. Partikel mikroplastik tersebut bisa berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.
Ketua Sub Kelompok Penyehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono, menjelaskan bahwa kandungan mikroplastik sangat berbahaya dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti serangan jantung dan stroke.
"Jika seseorang dengan diabetes juga merokok, ditambah dengan paparan mikroplastik, maka risiko terkena serangan jantung dan stroke bisa meningkat," ujar Rahmat.
Mikroplastik berasal dari degradasi limbah plastik, termasuk serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, serta sisa pembakaran sampah plastik. Ukuran partikel ini bahkan lebih kecil dari debu dan bakteri.
Rahmat menambahkan bahwa ketika mikroplastik masuk ke dalam organ tubuh, dapat menyebabkan peradangan atau kerusakan pada organ tersebut. Jika peradangan terjadi di saluran pernapasan, maka akan menimbulkan masalah kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Partikel mikroplastik yang lebih kecil dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan luka. "Apalagi jika luka terjadi di jantung atau otak, efeknya bisa berupa serangan jantung atau stroke. Namun, hal ini hanya menjadi faktor risiko, bukan penyebab langsung penyakit tersebut," tambah Rahmat.
Menurut Rahmat, dampak mikroplastik terhadap kesehatan tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dirasakan oleh mereka yang terpapar.
Baru-baru ini, mikroplastik menjadi topik perbincangan yang hangat, terlebih setelah publikasi hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan adanya partikel mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 tersebut menemukan bahwa mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di Jakarta terbentuk dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia. Hal ini menunjukkan bahwa polusi lingkungan yang terjadi di Jakarta tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat masuk ke dalam sistem alam yang kita konsumsi sehari-hari.
Jenis-jenis Mikroplastik yang Terdapat dalam Hujan
- Serat sintetis pakaian: Partikel ini berasal dari proses pencucian pakaian yang terbuat dari bahan sintetis.
- Debu kendaraan dan ban: Debu yang dihasilkan dari gesekan ban dan permukaan jalan.
- Sisa pembakaran sampah plastik: Partikel yang dihasilkan dari pembakaran limbah plastik yang tidak terkontrol.
Dampak Mikroplastik pada Kesehatan
- Peradangan pada organ tubuh: Mikroplastik dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada organ seperti paru-paru, hati, dan ginjal.
- Masalah pernapasan: Partikel mikroplastik yang masuk ke saluran pernapasan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut.
- Kerusakan pembuluh darah: Partikel yang lebih kecil dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan luka pada dinding pembuluh darah.
- Risiko penyakit jantung dan stroke: Meskipun tidak langsung menyebabkan penyakit, mikroplastik dapat menjadi faktor risiko tambahan.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan
- Pengurangan penggunaan plastik: Mendorong masyarakat untuk menggunakan produk ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Pengelolaan sampah yang baik: Memastikan sampah diolah dengan benar agar tidak menyebabkan polusi lingkungan.
- Edukasi masyarakat: Memberikan informasi tentang bahaya mikroplastik dan cara mengurangi paparannya.
- Penguatan regulasi: Membuat aturan yang lebih ketat terkait pembuangan sampah dan penggunaan bahan kimia.
Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, masyarakat dapat membantu mengurangi jumlah mikroplastik yang ada di lingkungan sekitar, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Komentar
Kirim Komentar