
Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Soal Penggunaan Partai
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan pernyataan tegas mengenai penggunaan partai berlambang pohon beringin. Ia menegaskan bahwa partai tidak boleh digunakan sebagai alat untuk kepentingan bisnis atau pribadi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Golkar di Slipi, Jakarta, pada Minggu (21/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan penekanan penting terkait prinsip kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai ketua umum.
“Saya ingin menegaskan kembali bahwa partai Golkar tidak boleh dijadikan sebagai partai untuk memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Kelompok-kelompok bisnis tidak boleh memanfaatkan partai ini.”
Bahlil menegaskan bahwa selama menjabat sebagai ketua umum, dirinya akan menjaga prinsip yang jelas. Tidak akan pernah memanfaatkan Partai Golkar untuk kepentingan pribadi maupun usahanya sendiri.
“Saya ingin menjadi ketua umum Partai Golkar, tidak akan pernah saya menjadikan partai Golkar untuk mengurus kepentingan pribadi saya. Apalagi usaha saya, jangan pernah kalian pikir, tidak akan pernah,” tegasnya.
Selain itu, Bahlil juga memastikan bahwa Fraksi Partai Golkar di DPR RI tidak akan terlibat dalam urusan pribadinya. Ia meminta semua anggota fraksi untuk terus mengingatkannya.
“Untuk semua anggota fraksi, inshaallah tolong ingatkan saya. Saya tidak akan pernah memerintah atau meminta untuk kalian mengurus pribadi saya. Karena saya sudah tahu bagaimana cara mengurus pribadi saya sejak kecil,” katanya.
Menurut Bahlil, pengalaman hidupnya turut membentuk karakter dan prinsip kepemimpinannya saat ini. Ia menyatakan bahwa dirinya dilahirkan bukan untuk diurus, tapi untuk mengurus.
“Itulah perbedaan saya yang substantif. Itulah perbedaan saya,” ucap politisi asal Papua tersebut.
Di akhir sambutannya, Bahlil kembali menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan milik bersama dan tidak boleh dikuasai oleh individu, keluarga, ataupun kelompok tertentu.
“Dan jangan lagi ada cara-cara seolah-olah kita harus urus orang per orang. No! Partai ini adalah milik kita bersama. Partai ini adalah aset negara. Kita harus menjaga marwah partai ini untuk kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Prinsip Kepemimpinan yang Jelas
Dalam penyampaiannya, Bahlil menunjukkan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip partai. Ia menekankan bahwa partai harus menjadi wadah bagi semua anggota tanpa diskriminasi. Hal ini mencerminkan visinya sebagai pemimpin yang transparan dan berintegritas.
- Ia menolak penggunaan partai untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
- Menekankan bahwa partai adalah milik bersama dan harus dijaga dengan baik.
- Memastikan bahwa fraksi di DPR tidak terlibat dalam urusan pribadi.
Penutup
Pernyataan Bahlil Lahadalia menunjukkan sikap tegas dan komitmen terhadap prinsip-prinsip kepemimpinan yang benar. Ia menegaskan bahwa Partai Golkar harus tetap menjadi partai yang murni dan bertanggung jawab terhadap kepentingan bangsa dan negara.
Komentar
Kirim Komentar