
Golkar Kembali Tegaskan Dukungan Penuh untuk Prabowo dan Gibran
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali menegaskan komitmen penuh partainya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan berakhir pada 2029. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digelar pada Sabtu (20/12/2025), sekaligus mengulang pernyataan serupa yang sebelumnya diucapkan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Golkar pada Jumat (5/12/2025).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penegasan berulang ini mencerminkan langkah Golkar dalam memperkuat posisi politiknya lebih awal dalam peta kekuasaan nasional. Sikap tersebut juga mendapat respons langsung dari Presiden Prabowo Subianto serta memicu analisis pengamat politik mengenai arah konsolidasi politik ke depan.
Dalam pidatonya, Bahlil menegaskan bahwa Golkar akan setia mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Ia menilai komitmen tersebut tidak boleh dijalankan secara setengah-setengah. “Sebagai bagian konsekuensi daripada partai yang mengusung (Prabowo-Gibran) memperjuangkan yang masuk dalam koalisi. Kita enggak boleh masuk dalam koalisi-koalisi banci, enggak boleh,” ujarnya dalam Rapimnas di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu.
Bahlil juga menyinggung sikap ketua umum Golkar sebelumnya yang dinilainya ragu dalam menentukan arah politik. Ia menegaskan dirinya tidak mengenal sikap maju-mundur dalam berpolitik. “Saya enggak tahu kalau ketua umum dulu ya, yang bisa maju mundur, maju mundur. Saya ini enggak bisa karena sopir angkot itu maju saja, mundurnya enggak bisa, gitu,” tambahnya.
Target Partai untuk Pemilu 2029
Pada peringatan HUT ke-61 Golkar, Bahlil menyampaikan target partainya untuk meraih lebih dari 102 kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2029. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu meyakini target tersebut dapat tercapai jika Golkar terus bersama Presiden Prabowo. Ia juga menyinggung capaian Golkar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. “Untuk pilkada Alhamdulillah, target kami mencapai 60 persen, terwujud di pilkada gubernur, bupati, wali kota,” ujar Bahlil.
Selain itu, Bahlil menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik untuk kembali diusung pada Pemilihan Presiden 2029. “Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?” ujarnya. “Saya simpel-simpel saja. Saya orang timur itu kan ngomongnya apa adanya saja, begitu ya,” sambungnya.
Berdasarkan keputusan musyawarah nasional (Munas), Golkar memastikan akan terus berkoalisi dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan berakhir. Sebagai partai pengusung, Golkar disebut akan mengawal jalannya pemerintahan hingga 2029.
Pujian dari Presiden Prabowo
Dalam Puncak HUT ke-61 Golkar, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan pujian kepada Bahlil. Prabowo menyebut Ketua Umum Golkar tersebut sebagai sosok yang cerdas dan detail dalam bekerja. “Saya ingin sampaikan, yang pertama, saya ucapkan penghargaan kepada ketum Pak Bahlil, Pak Bahlil ini memang saya harus akui orangnya sangat cerdas. Ini benar, sangat cerdas,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai berbagai acara yang diselenggarakan Bahlil selalu dipersiapkan secara rinci. Ia juga menyinggung peran Bahlil yang turun langsung ke lapangan saat terjadi banjir dan longsor di Sumatera. “Mungkin karena beliau relatif masih muda, masih fit. Apalagi orang dari Indonesia Timur,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung karakter orang Indonesia Timur, termasuk Bahlil, yang menurutnya keras namun memiliki loyalitas tinggi. “Keras, keras. Tapi kalau sudah menetapkan hatinya, dia setia sampai mati. Ini ciri khas orang Indonesia timur,” kata Prabowo.
Analisis Pengamat Politik
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai figur lain akan sulit menandingi Presiden Prabowo Subianto jika ia maju pada Pilpres 2029. Kekuatan Prabowo itu dinilainya menjadi latar belakang pernyataan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, bahwa partainya akan mendukung Prabowo di Pilpres 2029.
“Ini bisa dimaknai sebagai sikap politik realistis karena apapun judulnya, bicara pencalonan Pilpres 2029, Prabowo paling kuat mengingat posisinya sebagai petahana. Jangankan Golkar,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/12). “Rasa-rasanya figur lain pun juga sulit menandingi Prabowo di 2029,” tambah dia.
Dalam pernyataan pendukungannya tersebut, Adi mengatakan bahwa Bahlil ingin menunjukkan loyalitas kepada Prabowo. Selain itu, Prabowo merupakan sosok yang besar di lingkungan militer, tempat loyalitas menjadi nilai utama. Oleh karena itu, Bahlil ingin memberikan pesan dari awal bahwa partai yang paling setia dan loyal ke Prabowo adalah Golkar.
Di sisi lain, pernyataan Bahlil ini menegaskan bahwa Golkar tengah mengalami krisis figur untuk diusung dalam Pilpres. “Tak heran jika banyak pihak yang menyebut Golkar spesialis kuat di pileg, tapi tak di pilpres. Di pilpres pun hanya wapres melalui JK. Setelah itu tak ada figur lain di pilpres,” jelas Adi yang merupakan Direktur lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) ini.
Komentar
Kirim Komentar