
PDI Perjuangan Garut Memasuki Era Baru dengan Pengurus Baru
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Garut kini memasuki babak baru dalam perjalanan organisasinya. Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VI, partai berlambang banteng moncong putih itu menetapkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk masa bakti 2025–2030. Proses ini menandai berakhirnya satu periode kepemimpinan dan dimulainya fase konsolidasi berikutnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Konfercab VI digelar di Hotel Horison, Bandung, pada Minggu, 21 Desember 2025. Agenda ini merupakan mekanisme lima tahunan yang lazim dalam tubuh partai politik sebagai bagian dari siklus organisasi dan penguatan struktur. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut terpilih, Dedi Hasan Bachtiar, menjelaskan bahwa Konfercab bukan hanya menjadi forum untuk membahas pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, tetapi juga menjadi ruang penetapan kepemimpinan baru berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Ini agenda normal lima tahunan dalam sebuah organisasi partai politik, bukan hanya di PDI Perjuangan, tetapi juga di partai mana pun. Konfercab adalah bagian dari konsolidasi partai,” ujar Dedi melalui sambungan telepon. Ia menegaskan bahwa berbeda dengan mekanisme pemilihan langsung, struktur kepemimpinan PDI Perjuangan ditetapkan oleh DPP melalui surat keputusan. Dalam sidang Konfercab, forum secara resmi membacakan dan mengesahkan SK DPP terkait penunjukan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC, sekaligus menetapkan susunan lengkap pengurus periode 2025–2030.
Apresiasi kepada Kepengurusan Sebelumnya
Pada kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada kepengurusan sebelumnya, khususnya kepada Yudha Puja Turnawan, yang telah memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut selama lima tahun terakhir. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudara Yudha Puja Turnawan beserta seluruh jajaran pengurus atas kerja keras, semangat, dan dedikasi dalam menjalankan roda organisasi DPC PDI Perjuangan Garut,” ungkapnya.
Secara resmi, struktur baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut periode 2025–2030 menetapkan Ilham Faturohman sebagai Ketua, Dedi Hasan Bachtiar sebagai Sekretaris, dan Yanyan M. Sabiq sebagai Bendahara. Penetapan ini mengacu pada Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut hasil Kongres VI PDI Perjuangan.
Struktur Kepengurusan yang Lebih Sistematis
Komposisi kepengurusan kali ini disusun lebih sistematis dan tematik. Sebanyak 21 posisi strategis dibagi ke dalam berbagai bidang kerja, mulai dari Bidang Internal, Pemerintahan, hingga Kerakyatan. Pendekatan ini mencerminkan upaya partai untuk menjawab tantangan politik dan sosial daerah secara lebih terstruktur dan responsif.
Di Bidang Internal, fokus utama adalah penguatan ideologi, kaderisasi, serta pemenangan pemilu. Nama-nama seperti Mugi Satria di bidang pemenangan pemilu dan Ari Maria Hasan di sektor ideologi dan kaderisasi menandai keseriusan partai dalam menyiapkan mesin politik yang solid menuju agenda politik ke depan.
Sementara itu, Bidang Pemerintahan dan Kerakyatan diisi figur-figur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik, mulai dari kesehatan, UMKM, ketenagakerjaan, hingga lingkungan hidup. Kehadiran Lina Rohayati di bidang kesehatan dan perempuan, serta Budi Firmandini di sektor pertanian dan lingkungan hidup, dinilai strategis untuk merespons persoalan riil masyarakat Garut.
Komitmen Partai untuk Konsolidasi dan Peran Politik Kerakyatan
Dokumen penetapan juga menegaskan bahwa seluruh penulisan nama pengurus disesuaikan dengan identitas kependudukan masing-masing, sebagai bentuk ketertiban administrasi dan disiplin organisasi partai. Dengan ditetapkannya struktur DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut periode 2025–2030 ini, partai menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan peran politik kerakyatan di tingkat daerah.
Publik kini menanti, sejauh mana kepengurusan baru mampu menerjemahkan kekuatan struktur menjadi kerja nyata bagi masyarakat Garut—bukan hanya dalam momentum elektoral, tetapi juga dalam perjuangan kebijakan dan pelayanan publik sehari-hari.
Komentar
Kirim Komentar