
Penjelasan Dokter Spesialis Jantung tentang Mandi Malam dan Kesehatan Jantung
Dokter spesialis jantung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dr Firman S Dullah, Sp JP menjelaskan bahwa aktivitas mandi malam tidak berkaitan langsung dengan masalah pada jantung. Menurutnya, baik itu mandi pagi, siang, atau malam, tidak akan menyebabkan gangguan pada organ vital ini.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
"Baik itu mandi pagi, siang atau malam itu tidak ada kaitannya secara langsung bisa menyebabkan terjadinya masalah pada jantung," ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Jantung merupakan organ utama dalam sistem sirkulasi yang bertugas menerima dan menyalurkan darah ke seluruh tubuh. Ia bekerja sama dengan pembuluh darah seperti arteri, vena, kapiler, serta darah itu sendiri untuk memastikan oksigen dapat tersalurkan ke seluruh jaringan.
Melalui kontraksi ritmis, jantung mendorong darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jaringan tubuh melalui arteri. Setelah oksigen digunakan oleh sel-sel tubuh, darah yang mengandung karbon dioksida dan limbah metabolik dikembalikan ke jantung melalui vena, untuk kemudian dialirkan ke paru-paru dan organ ekskresi guna proses pembuangan.
Dengan demikian, jantung tidak hanya berfungsi sebagai pompa, tetapi juga sebagai pengatur aliran zat penting dan limbah dalam tubuh, menjaga keseimbangan homeostasis dan mendukung kelangsungan hidup sel.
Faktor-Faktor Lain yang Bisa Menyebabkan Gangguan Jantung
Menurut dr Firman, tidak ada hubungan antara mandi malam dan masalah jantung. Namun, ia menekankan bahwa kondisi seseorang bisa terkena penyakit jantung karena faktor-faktor lain.
"Faktor-faktor tersebut antara lain pola hidup yang tidak teratur, mulai dari mengonsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, bahkan hipertensi," jelasnya.
Ia menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap gaya hidup yang tidak sehat. "Kalau mau terhindar dari penyakit jantung, ingat atur pola makan, seimbangkan gizi, jangan merokok. Zaman sekarang kadang orang setelah olahraga dia merokok. Itu salah. Seperti mengisi ember yang bocor," tambahnya.
Selain itu, dr Firman menyebut bahwa stres akibat permasalahan hidup juga bisa berdampak pada kesehatan jantung. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap tekanan darah, karena ini menjadi salah satu penyebab paling krusial pada penderita jantung.
Pentingnya Memantau Tekanan Darah
Saat ini, tekanan darah dengan skala 130/90 mmHg sudah masuk kategori hipertensi, padahal dulu kondisi tersebut masih dianggap sebagai pre-hipertensi. Untuk dikategorikan normal, tekanan sistolik dan diastolik harus berada di bawah 120/80 mmHg.
"Sekarang aware lebih tekanan darah. Karena semakin muda, saya melihat banyak kasus hipertensi menjadi sebab penyakit jantung. Kondisi ini patut diwaspadai," katanya.
Tips untuk Menjaga Kesehatan Jantung
dr Firman mengimbau agar masyarakat rutin berolahraga untuk menjaga kondisi jantung tetap aman. "Jangan lupa beraktivitas fisik dan olahraga. Jangan malas berolahraga apapun itu. Bagusnya olahraga kardio seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, ataupun berenang," jelasnya.
Bagaimana jika seseorang mengalami masalah jantung saat berolahraga? Hal ini turut dijelaskan dr Firman. Ia menyebut bahwa kondisi ini juga didorong karena faktor lain bukan karena olahraga itu sendiri.
"Sebenarnya itu, dalam melakukan olahraga ada tahap-tahapnya, supaya jantung bersiap untuk aktivitas yang kita lakukan. Mulai dari warming up dulu jadi setelah itu baru deh cooling down," jelasnya.
Ia pun menyarankan agar seseorang yang sudah melakukan olahraga jangan terburu-buru untuk mandi. Dan melakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum mulai membersihkan tubuh.
"Karena permasalahannya setelah kita berolahraga itu, sistem tubuh teraktivasi. Akibatnya ada beberapa organ bagian tubuh kita yang kerjanya berat. Tapi apakah setelah mandi dan olahraga menyebabkan sakit jantung, tentu saja tidak ada kaitannya," tutupnya.
Komentar
Kirim Komentar