BPOM: Keracunan MBG Banyak Terjadi di Dapur Baru

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait BPOM: Keracunan MBG Banyak Terjadi di Dapur Baru, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
BPOM: Keracunan MBG Banyak Terjadi di Dapur Baru

Kondisi Kritis Dapur SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari dapur yang belum lama beroperasi. Menurut data BPOM, ratusan kasus keracunan menimpa ribuan anak-anak karena masalah di Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG). Mayoritas dari SPPG tersebut belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam rapat di Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025), Taruna menjelaskan bahwa kejadian tersebut meningkat seiring dengan operasional SPPG yang baru berjalan selama beberapa bulan. Dari 19 SPPG yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) keracunan, 18 di antaranya baru beroperasi selama kurang dari satu bulan. Hal ini menyebabkan peningkatan kasus keracunan sejak Juli hingga September awal.

Hasil pengawasan BPOM menunjukkan adanya pelanggaran standar di berbagai aspek. Fasilitas dan sarana yang tidak memenuhi standar menjadi salah satu masalah utama. Selain itu, pengendalian hama tidak efektif, serta kebersihan bangunan dan peralatan yang buruk juga ditemukan.

Pemilihan dan penyimpanan bahan baku yang tidak sesuai standar turut berkontribusi pada masalah ini. Suhu dan waktu pemasakan yang tidak tercapai, serta distribusi makanan yang melebihi empat jam setelah dimasak, juga menjadi faktor risiko. Lemahnya pengetahuan keamanan pangan semakin memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Masalah yang Mengancam Program MBG

Beberapa isu kritis muncul sebagai akibat dari kejadian ini. Pertama, banyak SPPG yang dioperasikan tanpa memenuhi standar higiene dan sanitasi. Kedua, proses produksi makanan sering kali tidak dilakukan dengan benar, mulai dari pemilihan bahan hingga penyimpanan dan distribusi. Ketiga, kurangnya pengetahuan dan kesadaran petugas terhadap keamanan pangan.

Perlu ada tindakan cepat untuk memastikan bahwa semua SPPG memenuhi standar higiene dan sanitasi. Sertifikasi higienis bagi SPPG harus dipercepat agar dapat meminimalisir risiko keracunan. Selain itu, pelatihan dan sosialisasi tentang keamanan pangan perlu diberikan kepada para petugas di SPPG.

Langkah yang Harus Diambil

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah penting perlu dilakukan. Pertama, pemerintah harus memastikan bahwa semua SPPG yang beroperasi telah melalui proses sertifikasi higienis. Kedua, pengawasan terhadap SPPG harus lebih ketat dan rutin dilakukan. Ketiga, pelatihan keamanan pangan harus diberikan secara berkala kepada petugas di SPPG.

Selain itu, perlu ada sistem pengawasan yang lebih baik untuk memantau kualitas makanan yang disajikan di SPPG. Jika diperlukan, SPPG yang tidak memenuhi standar harus ditutup sementara atau permanen hingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Program MBG tetap harus berjalan, namun dengan pengawasan yang lebih ketat dan penerapan standar higiene yang lebih baik. Dengan demikian, kesehatan dan keselamatan anak-anak yang menjadi target program ini dapat terjaga dengan optimal.


Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar