Bukan Hanya Mimpi: Kehidupan Siswa Dokter UGM yang Berawal dari Anime Medis

Bukan Hanya Mimpi: Kehidupan Siswa Dokter UGM yang Berawal dari Anime Medis

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Bukan Hanya Mimpi: Kehidupan Siswa Dokter UGM yang Berawal dari Anime Medis, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Bukan Hanya Mimpi: Kehidupan Siswa Dokter UGM yang Berawal dari Anime Medis

Kehidupan Tegar Inang Pratama: Dari Keterbatasan ke Kesuksesan

Sejak kecil, sosok Tegar Inang Pratama tumbuh dalam keterbatasan. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang hidup sederhana. Namun, semangat belajar Tegar tak pernah padam seolah tak mau menyerah dengan keadaan. Kini Tegar tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tidak tanggung-tanggung, ia kuliah gratis melalui program KIP Kuliah, dan bahkan sukses mempertahankan IPK sempurna (4,00) di setiap semester. Menurutnya, dana KIP Kuliah berasal dari masyarakat, dan selayaknya manfaatnya juga ke masyarakat.

Terinspirasi dari Anime Medis

Perjalanan mimpi Tegar menjadi dokter berawal dari hal sederhana. Ia mengaku masa kecilnya sering diisi dengan menonton anime bertema medis. Dari situlah tumbuh rasa kepedulian dan keinginan untuk menolong sesama.

“Menonton anime medis, di sana berkembang rasa kepedulian saya untuk bisa berguna, dan bermanfaat untuk banyak orang, saya suka untuk menolong sesama,” ujarnya.

Kesadaran itu membuatnya bertekad kuat untuk mengejar pendidikan tinggi. “Saya bukan orang yang punya privilege. Jadi saya belajar untuk tidak menyerah. Kalau bukan saya yang berjuang untuk masa depan saya, siapa lagi,” katanya.

Diterima Melalui Jalur Prestasi

Kerja keras dan doa membawa Tegar lolos ke UGM melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022, yang kini dikenal sebagai SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Kini, ia duduk di semester tujuh perkuliahan. Menurutnya, perjalanan ini tidak mudah.

Ritme akademik kedokteran yang padat dan ujian setiap dua pekan menjadi tantangan tersendiri. “Biasanya saya langsung fokus pada jadwal kuliah saya, kemudian setelah itu saya akan menuliskan pada seminggu ke depan, saya ingin melakukan kegiatan apa, dan saya mau belajar di mana,” ungkapnya.

Konsisten Raih IPK Sempurna

Tegar membuktikan bahwa penerima KIP Kuliah bukan hanya penerima manfaat, tapi juga pemberi manfaat. Selama kuliah, ia aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi relawan. Ia juga menjadi panutan di lingkungan kampus karena prestasi akademiknya yang luar biasa.

“Saya mencoba untuk mempertahankan lingkungan akademis itu. Teman-teman saya, jadi setiap kami ketemu, topik obrolan kami sudah belajar sampai mana, terus saling cross check materi satu sama lain,” tutur Tegar.

“Bagi saya, arti KIP Kuliah adalah sebuah nyawa,” lanjutnya.

Tak Menyangka Bisa Kuliah Gratis

Berkat KIP Kuliah, Tegar bisa melanjutkan pendidikan kedokteran tanpa terbebani biaya besar. Ia tak menyangka bisa menggapai mimpi itu. “Ketika lolos KIP Kuliah, ya enggak nyangka juga sih, soalnya siapa yang nyangka kuliah kedokteran gratis, sampai jadi dokter, dan enggak cuma saya, mungkin orang-orang di sekitar saya pun juga kaget,” ujarnya.

Program beasiswa itu juga membantunya membeli alat-alat penting seperti stetoskop, tensimeter, penlight, hingga perangkat digital untuk belajar.

Mengabdi ke Masyarakat

Selain berprestasi di akademik, Tegar juga aktif turun langsung ke masyarakat. Ia dan rekan-rekannya kerap melakukan edukasi kesehatan dasar kepada warga. Kesibukan kuliah tak menghalangi dirinya untuk ikut organisasi dan kegiatan relawan, baik di kampus maupun bersama pemerintah daerah.

Melalui kisahnya, Tegar ingin menginspirasi ribuan mahasiswa di Indonesia agar tidak takut bermimpi besar meski hidup dalam keterbatasan. “Jangan takut bermimpi jadi orang sukses, karena selalu ada jalan bagi mereka yang berani bermimpi,” pesan Tegar.

Cara Belajar Tegar

Mampu mempertahankan IPK 4,00 selama tujuh semester bukan hal mudah. Menurut Tegar, kuncinya adalah manajemen waktu. “Setiap minggu kita harus tahu mau ngapain aja. Kalau belajar mau di mana, jam berapa, bobotnya berapa, terus sehari kita sanggupnya berapa,” ujar Tegar dalam video di akun Instagram dosen ITB, Imam Santoso, @santosoim.

Setelah membuat jadwal belajar yang teratur, ia menekankan pentingnya konsistensi dan lingkungan yang positif. “Setiap kita ketemu itu ngomonginnya udah belajar sampai mana, terus yang enggak paham materinya apa,” ucap Tegar.

Baginya, KIP Kuliah bukan sekadar hak, tapi amanah. Prinsip itu yang terus ia pegang dalam mewujudkan cita-citanya menjadi dokter yang bermanfaat bagi banyak orang.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar