Bupati Franc Tumanggor Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Pakpak Bharat

Bupati Franc Tumanggor Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Pakpak Bharat

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Bupati Franc Tumanggor Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Pakpak Bharat, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Perayaan Hari Bela Negara ke-77 di Kabupaten Pakpak Bharat

Kabupaten Pakpak Bharat merayakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang dipimpin langsung oleh Bupati Franc Bernhard Tumanggor, pada Jumat (19/12/2025). Acara ini berlangsung di lapangan Balai Diklat BKPSDM, Desa Cikaok. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati H Mutsyuhito Solin, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, barisan ASN, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah "Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju". Tema ini menjadi pengingat akan pentingnya semangat bela negara dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Franc Bernhard Tumanggor membacakan pidato Presiden RI Prabowo Subianto. Isi pidato tersebut menekankan pentingnya cinta tanah air yang diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pidato tersebut juga mengingatkan kita akan sejarah perjuangan bangsa yang tidak terlepas dari peran penting wilayah-wilayah tersebut.

Aceh, yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara, menjadi contoh keteguhan dan semangat juang yang luar biasa. Pada masa revolusi, Aceh dikenal sebagai daerah modal yang memberikan dukungan logistik, pesawat, dan diplomasi yang menjadi penopang utama Republik Indonesia.

Sumatera Utara juga memiliki sejarah heroik dalam perlawanan terhadap agresi Belanda. Semangat juang rakyat di Medan dan berbagai kota lainnya tidak pernah padam, menjadikan wilayah ini sebagai pusat perlawanan sekaligus wilayah strategis yang menjaga kesinambungan Pemerintahan Republik.

Sementara itu, dari Sumatera Barat khususnya Bukit Tinggi, lahirlah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi penyelamat Republik pada masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, PDRI memastikan bahwa Pemerintah Republik tetap hidup dan berfungsi.

Sejarah perjuangan ini bukan hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pidato Presiden RI yang dibacakan oleh Bupati Pakpak Bharat.

Hari Bela Negara sendiri merupakan hari bersejarah yang diperingati untuk mengenang Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat. Peringatan ini telah ditetapkan secara resmi oleh Presiden RI melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006.

Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Pakpak Bharat menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya semangat bela negara dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. Melalui tema tahun ini, "Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju", diharapkan setiap warga negara dapat mengambil peran aktif dalam membangun negeri dengan penuh rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sosial.

Dengan semangat yang sama, masyarakat Pakpak Bharat diajak untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan, serta berkontribusi nyata dalam berbagai bidang demi kemajuan daerah dan bangsa secara keseluruhan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah, tetapi merupakan kewajiban setiap warga negara yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap, tindakan, maupun kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

Dengan demikian, Hari Bela Negara ke-77 di Pakpak Bharat tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi dan motivasi untuk terus menjaga dan memperkuat semangat kebangsaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar