Bupati Lucky Hakim Usulkan Pembangunan Rumah Susun untuk Warga Eretan Wetan

Bupati Lucky Hakim Usulkan Pembangunan Rumah Susun untuk Warga Eretan Wetan

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Bupati Lucky Hakim Usulkan Pembangunan Rumah Susun untuk Warga Eretan Wetan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Bupati Lucky Hakim Usulkan Pembangunan Rumah Susun untuk Warga Eretan Wetan

Solusi Relokasi Warga Terdampak Banjir Rob di Eretan Wetan

Pemerintah Kabupaten Indramayu mengusulkan konsep pembangunan rumah susun sebagai solusi untuk relokasi warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, yang terkena dampak banjir rob. Usulan ini disampaikan oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan lahan di wilayah pesisir.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Lucky saat mendampingi Dedi Mulyadi dalam dialog bersama warga di Kantor Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, pada Kamis, 18 Desember 2025. Pertemuan tersebut membahas rencana pemindahan sementara warga yang selama ini tinggal di bantaran sungai. Dedi Mulyadi merespons positif usulan tersebut dan langsung menyatakan kesediaannya.

Ia bahkan menyebut konsep rumah susun itu sebagai “apartemen nelayan”. “Bisa, siapkan lahannya, nanti kita bangun rumah susun,” ujar Dedi di hadapan warga. Menurutnya, sebanyak 207 warga Desa Eretan Wetan yang tinggal di sepanjang bantaran sungai perlu direlokasi karena area tersebut akan dibangun tanggul sebagai upaya pengendalian banjir rob.

Untuk penanganan sementara, Pemprov Jabar menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta per orang bagi warga terdampak, sambil menunggu pembangunan kampung nelayan yang direncanakan dimulai pada Maret 2026. “Untuk warga lainnya, jumlahnya sekitar seribu orang, akan kita siapkan apartemen nelayan,” kata Dedi.

Ia menegaskan bahwa baik kampung nelayan maupun rumah susun yang dibangun nantinya harus tertata, bersih, dan bebas dari kesan kumuh agar dapat menjadi contoh kawasan permukiman pesisir.

Upaya Penanganan Banjir Rob di Eretan Wetan

Sementara itu, Lucky Hakim menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan banjir rob di wilayah Eretan Wetan mulai menunjukkan perkembangan. Relokasi warga dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan pesisir.

Menurut Lucky, relokasi menjadi langkah strategis yang dilengkapi dengan pembangunan tembok laut dan tanggul sungai guna mencegah air rob kembali menggenangi permukiman warga. “Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, dan manfaatnya sudah bisa kita rasakan sekarang,” ujar Lucky.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Banjir rob terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat pesisir, termasuk di Eretan Wetan. Dengan semakin meningkatnya intensitas curah hujan dan kenaikan permukaan air laut, kebutuhan akan solusi permanen semakin mendesak. Pembangunan rumah susun dan kampung nelayan merupakan langkah penting dalam memastikan kesejahteraan warga serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, program ini juga menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui fasilitas yang lebih layak dan terencana. Dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, harapan besar diarahkan pada pengurangan risiko banjir dan peningkatan kesejahteraan warga.

Peran Komunitas dalam Proses Relokasi

Dalam proses relokasi, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Para warga harus diberikan informasi yang jelas tentang rencana pembangunan, manfaatnya, serta cara mengikuti proses pengajuan. Selain itu, keberadaan komunitas lokal juga penting dalam menjaga stabilitas sosial selama masa transisi.

Masyarakat juga perlu didorong untuk memahami pentingnya pengelolaan lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, tidak hanya masalah banjir yang dapat diatasi, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Langkah-Langkah Berikutnya

Beberapa langkah telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran proses relokasi dan pembangunan. Antara lain:

  • Pemetaan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan kampung nelayan dan rumah susun.
  • Pengumpulan data dan informasi mengenai jumlah warga yang terdampak serta kondisi lingkungan sekitarnya.
  • Pelibatan tenaga ahli dan profesional dalam perencanaan serta pembangunan infrastruktur.
  • Sosialisasi kepada masyarakat tentang kebijakan dan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan.

Dengan adanya komitmen dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan relokasi warga terdampak banjir rob dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar