Cak Eri Gerakkan Gebyar PSN 3M Plus di Surabaya untuk Cegah DBD Saat Musim Hujan

Cak Eri Gerakkan Gebyar PSN 3M Plus di Surabaya untuk Cegah DBD Saat Musim Hujan

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Cak Eri Gerakkan Gebyar PSN 3M Plus di Surabaya untuk Cegah DBD Saat Musim Hujan, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Upaya Pemkot Surabaya Antisipasi Lonjakan DBD

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang puncak musim penghujan dan libur akhir tahun. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah risiko penyebaran penyakit yang bisa meningkat selama masa hujan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, memimpin langsung Apel Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus guna memperkuat pertahanan kesehatan di tingkat lingkungan. Acara ini digelar di Gelanggang Remaja pada Jumat (19/12/2025). Dalam arahannya, Cak Eri menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah, camat, lurah hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk "berjibaku" membersihkan genangan air.

Langkah masif ini dilakukan karena adanya risiko kenaikan kasus DBD, terutama akibat tingginya mobilitas warga saat musim liburan sekolah dan akhir tahun. Genangan air di berbagai tempat, termasuk barang bekas yang tidak terpakai, menjadi titik kritis yang harus segera dibersihkan.

Apresiasi kepada Kader Surabaya Hebat

Cak Eri memberikan apresiasi khusus kepada ribuan KSH yang menjadi garda terdepan dalam memantau jentik nyamuk. Ia menekankan bahwa keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah masing-masing.

"Kader Surabaya Hebat ini luar biasa. Masuk rumah orang terkadang malah dimarahi, tapi dengan keikhlasan panjenengan, maka Gusti Allah akan mengabulkan doa orang-orang berbuat kebaikan. Mari kita bersama-sama berjibaku menjaga lingkungan kita," ujar Cak Eri di hadapan para peserta apel.

Ia juga mengingatkan bahwa genangan air di barang bekas yang tidak terpakai menjadi titik kritis yang harus segera dibersihkan. "Ketika musim hujan, kalau sudah banyak genangan, pasti potensi DBD akan meningkat," tambah Cak Eri.

Prediksi Tren DBD Januari-Mei 2026

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa periode Januari hingga Mei 2026 diprediksi menjadi masa tren penyebaran DBD yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemkot menguatkan kembali gerakan "Satu Rumah Satu Jumantik".

"Tantangan utama adalah tingginya mobilitas penduduk pada saat libur akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat minimal seminggu sekali melakukan pemeriksaan jentik secara mandiri di rumah," jelas Nanik.

Mobilitas warga yang berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain selama liburan sekolah dapat mempercepat penyebaran virus dengue berbasis wilayah. Untuk menghadapi hal ini, Dinkes Surabaya telah memetakan wilayah berdasarkan zonasi temuan kasus.

Sistem Zonasi dan Penyelidikan Cepat < 24 Jam

Di zona hijau, pemantauan dilakukan seminggu sekali, sementara untuk zona kuning dan merah, petugas akan melakukan pengecekan dua kali dalam seminggu. Selain itu, Dinkes juga melakukan peningkatan upaya kewaspadaan dini, serta penyelidikan epidemiologi terduga DBD kurang dari 1x24 jam sejak menerima laporan.

Upaya pencegahan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Karang Taruna, PKK, perguruan tinggi hingga instansi pendidikan, guna memastikan Surabaya tetap aman dari ancaman wabah demam berdarah di tahun 2026. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang agar DBD tidak menjadi ancaman serius bagi kota ini.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar