Cakupan Imunisasi Bayi Asmat Hanya 13 Persen dari Target 80 Persen

Cakupan Imunisasi Bayi Asmat Hanya 13 Persen dari Target 80 Persen

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Cakupan Imunisasi Bayi Asmat Hanya 13 Persen dari Target 80 Persen, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tingkat Imunisasi di Kabupaten Asmat Masih Jauh dari Target Nasional

Di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, tingkat cakupan imunisasi bagi bayi masih jauh dari target nasional. Hanya sekitar 13 persen dari total target yang ditetapkan sebesar 80 persen yang telah tercapai. Informasi ini disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Asmat, Ricover Rumkorem, dalam keterangan tertulis yang diterima aiotrade.

Ricover menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat bersama UNICEF telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor. Peraturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga dan sektor terkait guna memperluas cakupan imunisasi di wilayah tersebut.

Namun, meskipun adanya peraturan tersebut, Ricover mengakui bahwa peran lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) masih perlu ditingkatkan. Ia menilai bahwa partisipasi aktif dari berbagai pihak diperlukan agar target imunisasi dapat tercapai secara maksimal.

“Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan UNICEF telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi dan Keterlibatan Lintas Sektor di Kabupaten Asmat,” ujarnya.

Fokus pada Imunisasi HPV

Salah satu indikator penting dalam kebijakan imunisasi adalah Human Papillomavirus (HPV), yang berfungsi mencegah kanker serviks. Sayangnya, cakupan imunisasi HPV di Kabupaten Asmat masih rendah. Ricover menyebut bahwa lebih dari 50 perempuan meninggal setiap hari di Indonesia akibat penyakit tersebut.

Ia menekankan bahwa HPV menjadi salah satu indikator imunisasi nasional yang harus dicapai di Kabupaten Asmat. Dengan demikian, peningkatan cakupan imunisasi HPV menjadi prioritas utama.

Strategi Bersama untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi

Melalui penerbitan Perbup Nomor 29 Tahun 2025, Pemkab Asmat berupaya meningkatkan koordinasi antar-OPD dan lintas sektor. Tujuan utamanya adalah menyusun strategi bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi HPV serta meningkatkan dukungan dan peran OPD dan lintas sektor dalam upaya tersebut.

Beberapa langkah yang diambil meliputi:

  • Peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, terutama untuk HPV.
  • Koordinasi yang lebih baik antara dinas kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi masyarakat setempat.
  • Pelibatan komunitas lokal dalam program imunisasi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan kerja sama yang lebih intensif dan kesadaran masyarakat yang meningkat, diharapkan tingkat cakupan imunisasi di Kabupaten Asmat dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar