
Pengalaman Unik dalam Khitanan Massal RS Puri Cinere
RS Puri Cinere, yang merayakan HUT ke-34nya, mengadakan acara khitanan massal yang luar biasa. Dalam acara ini, 90 anak peserta diberikan pengalaman tak terlupakan dengan diarak menggunakan motor gede (moge) Harley-Davidson. Tujuan utamanya adalah untuk membuat anak-anak merasa rileks dan bahagia sebelum menjalani tindakan medis.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Membangun Kebahagiaan Sebelum Tindakan Medis
Kegiatan ini dirancang sebagai strategi "terapi psikologis" untuk mengurangi rasa cemas dan ketakutan yang biasanya dialami oleh anak-anak sebelum prosesi khitanan. Alih-alih diiringi tradisi sisingaan, puluhan anak justru diajak membelah jalanan perumahan di atas jok motor gede yang gagah.
Dani, salah satu peserta berusia delapan tahun, tidak bisa menyembunyikan binar matanya saat turun dari boncengan moge. Baginya, pengalaman ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. “Senang sekali, biasanya cuma lihat di TV. Sekarang bisa naik langsung,” ujarnya polos. Ia mengaku rasa takut akan jarum suntik dan pisau bedah jauh berkurang setelah merasakan sensasi berkendara dengan motor ikonik tersebut.
Antusiasme yang Luar Biasa
Ketua Panitia Baksos Khitanan Massal, dr. Andjar Bhawono, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Meski awalnya hanya menargetkan 50 anak, jumlah pendaftar membludak hingga hampir 90 peserta. “Kami ingin menciptakan suasana yang rileks. Sebelum menjalani tindakan medis, mental anak-anak harus dibangun agar mereka merasa bahagia dan tidak trauma,” ujar dr. Andjar, yang juga merupakan dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi.
Kolaborasi untuk Mengikis Stigma Negatif
Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 unit motor dari dua komunitas besar, yakni MedDocs Indonesia Jakarta Chapter dan HDCI (Harley-Davidson Club Indonesia) Depok. Kolaborasi ini bukan sekadar pamer kendaraan, melainkan sebuah misi untuk mengikis stigma negatif terhadap pengendara moge. “Kami ingin membuktikan bahwa komunitas moge tidak sombong atau arogan. Kami bersahabat dengan masyarakat. Ini adalah bukti nyata kepedulian kami,” tegas dr. Andjar.
Harapan untuk Agenda Tahunan
Melalui sentuhan kemanusiaan ini, RS Puri Cinere berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga memberikan pengalaman tak terlupakan yang mampu mengangkat moril anak-anak dari keluarga penerima manfaat. Di tangan para dokter dan pengendara moge ini, khitanan bukan lagi momen yang menakutkan, melainkan sebuah perayaan keberanian yang penuh gaya.
Inovasi yang Berdampak Positif
Inovasi unik ini menjadi bagian dari bakti sosial khitanan massal dalam rangka memperingati HUT ke-34 RS Puri Cinere. Strategi "terapi psikologis" sebelum tindakan medis ini terbukti ampuh mengubah kecemasan menjadi kegembiraan bagi para peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan yang memanusiakan anak-anak dari keluarga penerima manfaat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan pengalaman yang tidak biasa.
Kesimpulan
Dengan kolaborasi antara RS Puri Cinere dan komunitas moge, acara khitanan massal ini berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan dan mengurangi rasa takut pada anak-anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi dan kepedulian dapat mengubah pengalaman medis menjadi momen yang positif dan berkesan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi contoh bagi institusi lain dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih manusiawi.
Komentar
Kirim Komentar