
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak yang Perlu Diperhatikan
Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling umum dialami oleh anak-anak di bawah usia satu tahun. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memengaruhi tidak hanya kesehatan anak tetapi juga perkembangan mereka secara keseluruhan. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menjelaskan bahwa dampak dari alergi susu sapi tidak hanya terbatas pada aspek medis, tetapi juga melibatkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Kecemasan Orang Tua Akibat Alergi Susu Sapi
Salah satu efek yang sering muncul adalah kecemasan dari orang tua. Ketika anak mengalami alergi, orang tua cenderung merasa khawatir dan bingung dalam memilih makanan yang aman untuk diberikan kepada anak. Hal ini bisa memengaruhi kualitas pola asuh anak.
“Jika ayah atau ibu sudah cemas, suaminya atau istrinya tenang-tenang saja, marah enggak? Ingin pasangan cemas juga kan? Satu keluarga cemas? Kecemasan ini punya risiko pada kualitas parenting,” ujar dr. Ray.
Orang tua yang belum berkonsultasi dengan dokter anak sering kali membatasi banyak bahan makanan, bukan hanya pada bahan makanan yang menyebabkan alergi. Namun, menurut dr. Tiara Nien Paramita Sp.A, spesialis anak, anak dengan alergi tetap bisa makan berbagai jenis makanan selama tidak mengandung zat penyebab alergi.
“Intinya adalah tidak perlu pantang yang di luar dari alergi. Opsinya sangat luas, ada daging sapi, ikan, dan seafood,” kata dr. Tiara.
Pengaruh pada Prestasi Akademik
Alergi susu sapi yang tidak segera ditangani bisa terus berlanjut hingga anak masuk sekolah dan berdampak pada prestasi akademiknya. Meskipun tubuh anak bisa bertoleransi terhadap alergi seiring bertambahnya usia, jika tidak diatasi dengan baik, alergi lain bisa muncul.
“Biasanya kalau sudah usia anak-anak sekolah sudah terjadi allergic march. Mungkin sudah ada asma atau rhinitis alergi. Anak-anak yang seperti itu biasanya, kalau yang berat, tidurnya suka terganggu, mungkin amandelnya membesar,” tambah dr. Tiara.
Tidur yang terganggu bisa membuat anak kurang fokus saat bersekolah, sehingga berujung pada penurunan prestasi akademik. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan alergi susu sapi sejak dini.
Dampak Ekonomi Keluarga
Selain dampak pada kesehatan dan prestasi akademik, alergi susu sapi juga bisa memberikan beban ekonomi bagi keluarga. Menurut dr. Ray, alergi yang tidak segera ditangani bisa kambuh kembali, yang berarti keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan setiap kali kambuh.
“Alergi itu kumat-kumatan kalau tidak ditangani dengan baik di awal sejak muncul. Ketika kumat, pasti butuh biaya ekstra. Kumat lagi, biaya lagi. Dampak ekonomi yang dikeluarkan keluarga bisa lebih banyak dibanding penyakit lainnya,” jelas dr. Ray.
Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk segera mencari solusi dan konsultasi dengan dokter anak agar alergi susu sapi dapat dikelola dengan baik dan tidak mengganggu perkembangan anak secara keseluruhan.
Komentar
Kirim Komentar