
Kehadiran Ular Berbisa di Wilayah Pangandaran Memicu Kekhawatiran Warga
Pada Jumat (10/10/2025) sore, warga Dusun Bojongmalang, RT 08/02, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran dihebohkan oleh kehadiran seekor ular hijau berbisa yang memiliki panjang sekitar dua meter. Kejadian ini terjadi ketika Ratiah (30), pemilik rumah, sedang memasak di dapur. Ia melihat ular tersebut berada di atas plafon toilet rumahnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ketika mengetahui keberadaan ular hijau dengan bobot diperkirakan satu kilogram itu, Ratiah langsung merasa panik dan takut karena khawatir ular tersebut akan menyerang anaknya. Ia segera memberi tahu keluarganya dan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangandaran untuk membantu menangani situasi darurat ini.
"Saya lagi masak mie, pas lihat ke atas ternyata ada ular hijau besar dan panjang. Langsung panik dan takut nyerang anak saya," ujar Ratiah kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu (11/10/2025) pagi.
Tim Damkar Pangandaran segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat, meskipun tidak mudah karena ular sempat bergerak cepat dan bersembunyi di sela-sela atap. Dengan alat seadanya, petugas berhasil mengamankan hewan melata tersebut tanpa menimbulkan korban.
Kepala Satpol PP Mengungkapkan Kembali Kejadian Serupa
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Dedih Rakhmat, membenarkan adanya laporan dan proses evakuasi tersebut. Menurutnya, kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan pemukiman warga di Kabupaten Pangandaran.
"Beberapa bulan lalu kami juga mengevakuasi dua ekor ular king cobra yang masuk ke pekarangan warga di Kecamatan Kalipucang. Nah, ini kerap terjadi terutama saat musim pancaroba," katanya.
Dedih menegaskan bahwa keberadaan ular berbisa di lingkungan pemukiman warga sering kali disebabkan oleh kondisi lingkungan yang memungkinkan hewan-hewan tersebut masuk ke dalam rumah. Hal ini bisa terjadi melalui saluran air, celah atap, atau pekarangan yang rimbun.
Imbauan untuk Masyarakat
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar, terutama ular berbisa yang bisa masuk ke rumah-rumah warga. Selain itu, ia juga meminta warga untuk segera melapor jika menemukan keberadaan hewan berbahaya di sekitar lingkungannya.
"Kita juga minta warga segera melapor jika menemukan keberadaan hewan berbahaya di sekitar lingkungannya," ucap Dedih.
Perlu Kesadaran Bersama
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar mereka. Terlebih lagi, di masa musim pancaroba, kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi perilaku hewan liar. Dengan kesadaran dan kesiapan masyarakat, serta bantuan dari pihak berwenang, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.
Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari penumpukan sampah atau daun yang bisa menjadi tempat bersembunyi bagi hewan-hewan berbahaya. Dengan langkah-langkah preventif, masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman di tengah lingkungan alami yang kaya akan kehidupan.
Komentar
Kirim Komentar