Dinkes Subang: Keracunan MBG di SDN Rawalele Diduga Akibat Nitrit pada Pakcoy

Dinkes Subang: Keracunan MBG di SDN Rawalele Diduga Akibat Nitrit pada Pakcoy

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Dinkes Subang: Keracunan MBG di SDN Rawalele Diduga Akibat Nitrit pada Pakcoy yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Dinkes Subang: Keracunan MBG di SDN Rawalele Diduga Akibat Nitrit pada Pakcoy

Penyebab Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis

Pada 25 September 2025, terjadi kasus keracunan makanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Dari sekitar 400 siswa yang mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya 15 orang yang mengalami gejala keracunan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Subang, Maxi, penyebab utama tidak sepenuhnya berasal dari makanan itu sendiri, melainkan daya tahan tubuh yang lemah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Maxi menjelaskan bahwa dugaan kuat menyebutkan bahwa kandungan nitrit dalam makanan menjadi faktor utama. Nitrit ditemukan dalam salah satu menu makanan yang disajikan pada hari kejadian, yaitu tumis pakcoy. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kandungan nitrit dalam makanan tersebut mencapai 10,11 miligram.

Menurut Maxi, zat ini biasanya digunakan sebagai pengawet pada makanan olahan daging seperti kornet atau sosis. Namun, dalam makanan segar seperti sayuran, kandungan nitrit seharusnya sangat rendah. Aturan BPOM membatasi kadar nitrit maksimal 30 miligram per kilogram makanan. Meskipun demikian, kandungan nitrit dalam makanan bisa terbentuk secara alami sebagai produk perantara dalam siklus nitrogen.

Nitrit adalah senyawa kimia yang mengandung ion nitrogen dan oksigen. Zat ini sering ditemukan dalam lingkungan, seperti air dan tanah. Meski memiliki fungsi sebagai pengawet, konsumsi nitrit dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan makanan. Kondisi ini bisa memicu methemoglobinemia, yaitu kondisi di mana hemoglobin tidak mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala keracunan akibat nitrit antara lain rasa lemah, sesak napas, dan perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Keadaan ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menoleransi kadar nitrit yang terlalu tinggi. Selain dari makanan, nitrit juga bisa berasal dari lingkungan sekitar.

Dampak Sosial dari Program Makan Bergizi Gratis

Selain aspek kesehatan, program MBG juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Badan Gizi Nasional (BGN) meminta semua pihak untuk ikut memantau pelaksanaan program ini. Tidak hanya dalam proses produksi dan distribusi, tetapi juga dampak terhadap pertumbuhan anak dan kondisi sosial masyarakat.

Sekretaris Deputi Penyediaan dan Penyaluran (Dialur) BGN, Budi Utomo, menjelaskan bahwa efek domino dari program ini sangat luas. Mulai dari jumlah pekerja yang dipekerjakan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga hasil pertanian atau produk UMKM lokal yang digunakan.

Menurut Budi, setiap SPPG rata-rata memiliki sekitar 47 pekerja. Saat ini, jumlah dapur yang dikelola SPPG se-Indonesia mencapai 10.700 unit. Di Jawa Barat saja, terdapat 2.650 SPPG, dan di Kabupaten Purwakarta, jumlahnya mencapai 79 unit.

Per bulan, sekitar Rp 1 miliar uang beredar di sekitar SPPG. Jika dikalikan dengan 12 bulan, totalnya mencapai Rp 12 miliar. Angka ini berdampak positif pada perekonomian masyarakat, meningkatkan daya beli, dan memperkuat ekonomi lokal.

Pentingnya Pengawasan dan Edukasi

Dari segi pengawasan, penting bagi pihak terkait untuk terus memantau kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang nutrisi dan cara mengonsumsi makanan sehat juga diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko keracunan dan memastikan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar