
Kematian dalam Perspektif Islam
Setiap makhluk hidup pasti akan menghadapi kematian. Dalam Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah perpindahan dari kehidupan di dunia menuju kehidupan di alam akhirat. Meninggal dalam keadaan fitrah dan suci merupakan impian umat Muslim agar kelak mendapatkan ridho dan syafaat dari Allah SWT.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Maka dari itu, setiap muslim berharap meninggal dunia dalam keadaan yang baik atau husnul khatimah. Husnul khatimah adalah keadaan di mana seseorang sebelum wafat diberi taufik untuk menjauhi maksiat dan menjalankan ketaatan kepada Allah. Tanda-tanda husnul khatimah dapat dirasakan oleh orang yang mengalami sakaratul maut, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Fussilat ayat 30:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (Al-Fussilat ayat 30)
Menurut sebuah hadis, tanda orang yang husnul khatimah yaitu wajahnya bersinar, keringat di dahi dan tampak seperti tidur lelap. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sunan an-Nasa'i, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Seorang mukmin wafat dengan keringat di dahi.” (HR. Sunan an-Nasa'i)
Dalam hadis lain, disebutkan bahwa orang yang meninggal karena lima sebab maka dianggap seperti mati syahid, yaitu orang yang meninggal karena sakit kusta, orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang meninggal karena tenggelam, orang yang meninggal tertimpa reruntuhan, dan orang yang meninggal di jalan Allah. Tidak ada yang tahu kapan kematian akan menjemput, untuk itu seorang muslim dianjurkan berdoa agar meninggal dalam keadaan yang husnul khatimah.
Doa Husnul Khâtimah
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) tahun 2013 disebutkan doa husnul khatimah:
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Artinya: "Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: 'Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasulMu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. Âli Imrân: 193-294).
Hadis tentang Husnul Khatimah
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, disebutkan ada lima golongan orang yang dianggap mati syahid atau husnul khatimah. Hadis-hadis ini dijelaskan dalam jurnal berjudul Husnul Khaatimah Dalam Studi Tematik Hadis dan Relevansi Terhadap Fenomena Sosial oleh Putri Regina Patricia, Lukman Nul hakim dan Almunadi di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 2019.
Hadis tersebut menyebutkan:
“Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan ranting berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya.” Kemudian beliau bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit kusta, orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang meninggal karena tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah.”
Selain itu, seorang wanita yang meninggal dunia karena melahirkan juga dianggap mati syahid. Dalam hadis Musnad Ahmad ibn Hanbal dijelaskan bahwa wanita yang meninggal saat melahirkan dinyatakan sebagai syahid, yang menandakan perjuangan dan pengorbanan besar yang dilaluinya.
“Beliau bersabda: 'Kalau begitu orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali! Terbunuhnya seorang Muslim adalah syahid, orang yang mati karena penyakit tha'un adalah termasuk syahid, dan wanita yang meninggal saat melahirkan anaknya juga syahid." (H.R. Imam Ahmad bin Hanbal).
Pentingnya Berbaik Sangka kepada Allah
Hadis penting lainnya terkait husnul khatimah yaitu menyebutkan Rasulullah memerintahkan umatnya agar selalu berbaik sangka kepada Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda tiga hari sebelum beliau wafat:
“Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah 'azza wajalla.” (HR. Shahih Muslim)
Komentar
Kirim Komentar