
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Waktu Pagi, Momen Keberkahan
Pagi hari sering dianggap sebagai waktu yang penuh keberkahan. Setelah semalam beristirahat, setiap manusia kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati nikmat kehidupan. Kesempatan ini seharusnya disambut dengan rasa syukur yang mendalam.
Sebab, siapa pun yang mensyukuri nikmat dari Allah, maka nikmat itu akan ditambahkan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Qur’an. Salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat hidup adalah dengan berdoa di waktu pagi. Doa menjadi awal yang baik untuk membuka hari, sekaligus bentuk pengakuan seorang hamba atas kuasa Allah yang memberi kehidupan dan perlindungan.
Rasulullah SAW juga mencontohkan beberapa doa yang dibaca ketika pagi hari, sebagaimana diriwayatkan oleh para sahabat dan dikutip oleh para ulama besar.
Doa Pagi Pertama: Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, hlm. 63), terdapat salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca setiap pagi:
All humma bika ashbahn , wa bika amsain , wa bika nahy , wa bika nam tu, wa ilaikan nusy ru.
Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu kami kembali."
Doa singkat ini mengandung makna mendalam. Seorang mukmin menyadari bahwa setiap waktu pagi dan sore adalah bagian dari kekuasaan Allah SWT. Kehidupan dan kematian pun berada dalam genggaman-Nya. Dengan kesadaran itu, seorang Muslim diingatkan untuk tidak menyombongkan diri dan senantiasa bersandar kepada Allah dalam segala urusan.
Doa Pagi Kedua: Diriwayatkan oleh Ibnu Mas‘ud RA
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa pagi yang dibacakan oleh Sahabat Ibnu Mas‘ud dan termaktub dalam Sahih Muslim. Doa ini juga dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hlm. 64):
Ashbahn wa ashbahal mulku lill hi wal hamdu lill h, l il ha illall hu wahdah l syar ka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘al kulli syai‘in qad r. Rabbi, as’aluka khaira m f h dzihil lailati wa khaira m ba‘dah , wa a‘ dzu bika min syarri m f h dzihil lailati wa syarri m ba‘dah . Rabbi, a‘ dzu bika minal kasli wa s ’il kibari, a‘ dzu bika min ‘adz bin fin n ri wa ‘adz bin fil qabri.
Artinya: "Kami dan kuasa Allah berpagi hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu dari kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur."
Doa ini menggambarkan sikap tawakal dan permohonan perlindungan seorang hamba kepada Tuhannya dari segala keburukan, baik dunia maupun akhirat. Di dalamnya terkandung doa agar dijauhkan dari rasa malas, kelemahan fisik di usia tua, serta azab kubur dan neraka.
Makna dan Hikmah Doa Pagi
Kedua doa tersebut bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi sarana untuk menguatkan hati dan meneguhkan niat di awal hari. Melalui doa, seorang Muslim diajak untuk menyadari ketergantungannya pada Allah SWT dalam segala hal.
Selain itu, doa pagi juga mengandung permohonan agar hari yang dijalani dipenuhi keberkahan, dijauhkan dari keburukan, dan diberi kekuatan dalam menjalani aktivitas. Dengan membiasakan membaca doa pagi setiap hari, seorang mukmin menanamkan keyakinan bahwa setiap langkahnya berada dalam penjagaan Allah SWT.
Meski Rasulullah SAW mengajarkan banyak doa lainnya, dua doa ini sudah cukup untuk diamalkan secara istiqamah. Harapannya, semoga Allah memudahkan jalan, menjaga keselamatan, serta melimpahkan keberkahan kepada siapa pun yang membacanya setiap pagi.
Komentar
Kirim Komentar