Dugaan Virus Orf pada Domba di Pangandaran, Ini Gejalanya

Dugaan Virus Orf pada Domba di Pangandaran, Ini Gejalanya

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Dugaan Virus Orf pada Domba di Pangandaran, Ini Gejalanya, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Dugaan Virus Orf pada Domba di Pangandaran, Ini Gejalanya

Penyakit Kulit pada Domba di Kabupaten Pangandaran

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menerima laporan adanya dugaan penyakit kulit akibat virus Orf yang menyerang ternak domba di wilayah tersebut. Virus ini diketahui menyebabkan penyakit kulit menular, terutama pada kambing dan domba. Penyakit ini menyerang area moncong hewan, terutama anak kambing dan domba berusia 3-6 bulan. Selain itu, virus ini juga bisa menular ke manusia melalui luka terbuka saat kontak langsung.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penyakit ini dikenal dengan istilah "budug" oleh masyarakat setempat. Biasanya, penyakit ini menyerang area mulut hewan. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangandaran, Deni Rakhmat, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi terkait dugaan serangan virus tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah kasus tersebut benar-benar disebabkan oleh virus Orf.

"Itu harus dicek lagi apakah memang orf atau bukan, karena ciri-cirinya sering dijumpai pada penyakit lain juga," ujar Deni melalui WhatsApp, Kamis (23/10/2025) sore.

Menurut Deni, tanda-tanda hewan terinfeksi Orf biasanya ditandai dengan luka melepuh atau kerak di sekitar mulut. Hewan yang terinfeksi juga sering kali menggaruk-garuk area mulut pada bagian kandang, terutama jika kandang dalam kondisi kotor. "Biasanya banyak bakteri atau virus di kandang yang kotor, sehingga menempel pada tubuh domba atau kambing," katanya.

Domba yang mengalami luka pada bagian mulut biasanya akan kesulitan makan. Kondisi itu dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga kematian jika tidak segera ditangani. Menurut informasi awal, kasus dengan ciri serupa ditemukan di wilayah Kecamatan Padaherang. Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan penyebabnya.

"Kami akan pastikan dulu apakah itu benar gejala orf atau bukan," ucap Deni.

Sebagai langkah pencegahan, Deni mengimbau para peternak agar rajin membersihkan kandang dan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin untuk meminimalisir penyebaran penyakit. "Saya sarankan kepada pemilik ternak agar menjaga kebersihan kandang dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

Gejala dan Risiko Penyakit Orf

Virus Orf memiliki beberapa gejala yang bisa dikenali. Salah satu ciri utamanya adalah munculnya luka melepuh atau kerak di sekitar mulut hewan. Luka ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan membuat hewan sulit makan. Hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan hewan secara keseluruhan.

Selain itu, hewan yang terinfeksi cenderung menggaruk area mulut. Perilaku ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi. Jika kandang dalam kondisi kotor, risiko penyebaran virus meningkat. Bakteri dan virus yang menempel di lingkungan kandang bisa dengan mudah menular ke hewan lain.

Deni juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kandang. Pembersihan rutin dan penyemprotan disinfektan bisa membantu mengurangi jumlah patogen di lingkungan ternak. Ini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit seperti Orf.

Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan

Peternak diminta untuk memperhatikan kebersihan kandang secara berkala. Membersihkan kandang dari kotoran dan limbah hewan bisa mengurangi risiko infeksi. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga sangat penting. Disinfektan bisa membunuh bakteri dan virus yang mungkin ada di lingkungan kandang.

Selain itu, peternak juga disarankan untuk memantau kesehatan ternak secara rutin. Jika ditemukan gejala yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak semua gejala bisa diidentifikasi sebagai penyakit Orf, jadi pemeriksaan oleh ahli sangat diperlukan.

Pentingnya Kolaborasi dan Edukasi

Deni menekankan bahwa kolaborasi antara peternak dan pihak dinas sangat penting dalam menghadapi penyakit seperti Orf. Edukasi tentang cara mengenali gejala dan cara mencegah penyebaran penyakit juga perlu dilakukan secara terus-menerus.

Dengan kesadaran yang tinggi dan tindakan preventif yang tepat, risiko penyebaran penyakit bisa diminimalisir. Selain itu, masyarakat juga perlu diberi informasi tentang bahaya virus Orf bagi manusia. Hal ini penting untuk mencegah penularan dari hewan ke manusia.

Kesimpulan

Penyakit Orf merupakan ancaman serius bagi peternak domba dan kambing. Meskipun gejalanya bisa mirip dengan penyakit lain, identifikasi yang tepat sangat penting untuk pengobatan yang efektif. Dengan pencegahan yang baik dan edukasi yang cukup, risiko penyebaran penyakit bisa dikurangi.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar