Emas Diperkirakan Tembus Rp 2,6 Juta Minggu Depan, Ini Penyebabnya

Emas Diperkirakan Tembus Rp 2,6 Juta Minggu Depan, Ini Penyebabnya

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Emas Diperkirakan Tembus Rp 2,6 Juta Minggu Depan, Ini Penyebabnya menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Proyeksi Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Antam

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi memberikan proyeksi mengenai harga emas dunia dan logam mulia Antam yang masih berpotensi menguat pada pekan depan. Meskipun pergerakannya tetap fluktuatif, sentimen geopolitik global dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi faktor utama penopang harga.

Pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di level USD 4.338 per troy ounce, sedangkan harga logam mulia di dalam negeri tercatat Rp 2.491.000 per gram. Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia turun ke support pertama yaitu USD 4.291 per troy ounce, maka harga logam mulia bisa turun hingga Rp 2.475.000 per gram.

Ia menambahkan bahwa koreksi lanjutan berpotensi membawa emas dunia ke support kedua di USD 4.256 per troy ounce. Pada level tersebut, harga emas Antam diperkirakan bisa melemah hingga Rp 2.400.000 per gram.

Namun demikian, peluang penguatan dinilai masih cukup besar. Jika emas dunia mampu menembus resistance pertama di USD 4.378 per troy ounce, maka pada awal pekan, khususnya Senin (22/12), harga emas batangan berpotensi naik ke Rp 2.510.000 per gram.

Selain itu, dalam satu minggu di hari Sabtu pagi (27/12) kemungkinan emas ini akan tembus di USD 4.415 per troy ounce, sehingga harga logam mulianya bisa mencapai Rp 2.600.000 per gram.

Ibrahim juga menilai peluang emas dunia melampaui rekor tertinggi pada Oktober lalu di USD 4.381 per troy ounce cukup besar. Bahkan, hingga akhir tahun, harga emas Antam berpotensi menyentuh Rp 2.700.000 per gram apabila fundamental global masih mendukung dan nilai tukar rupiah tetap stabil.

Perkembangan Pasar Keuangan dan Nilai Tukar Rupiah

Dari sisi pasar keuangan, Ibrahim mencermati indeks dolar AS yang ditutup di level 98,695 pada Sabtu pagi. Indeks tersebut diperkirakan bergerak di area support 98,451 dengan resistance di kisaran 98,950 hingga 99,24.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pekan depan diproyeksikan berada di rentang Rp 16.680 hingga Rp 16.820 per dolar AS. Ia menjelaskan, fluktuasi harga emas dunia dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan The Fed, terutama peluang penurunan suku bunga menyusul rilis data tenaga kerja AS.

Meski demikian, para ekonom masih bersikap hati-hati karena data ekonomi berpotensi terdistorsi akibat penutupan pemerintahan federal AS selama 43 hari.

"Di minggu besok banyak pernyataan-pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Amerika yang ada 9 orang, kemungkinan besar ini pun juga masih akan membahas tentang penurunan suku bunga," ujar Ibrahim.

Faktor Geopolitik yang Mempengaruhi Harga Emas

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global turut menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Ibrahim menilai konflik di Timur Tengah, khususnya potensi eskalasi antara Israel dan Iran, menjadi faktor paling dominan yang mengangkat harga emas sebagai aset safe haven.

Ketegangan Amerika dengan Venezuela, konflik Rusia dan Ukraina, hingga dinamika keamanan di Asia Timur terkait Taiwan juga ikut memperkuat sentimen positif terhadap emas.

Prediksi Harga Emas untuk Pekan Mendatang

Berdasarkan analisis yang dilakukan, harga emas dunia dan logam mulia Antam memiliki prospek yang cukup optimis. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap perubahan situasi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pergerakan harga.

Dengan perkembangan terbaru, para ahli memprediksi bahwa harga emas akan terus mengalami volatilitas, namun secara keseluruhan, tren penguatan masih terlihat kuat. Dengan kondisi yang mendukung, harga emas Antam berpotensi mencapai angka yang lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Emas Diperkirakan Tembus Rp 2,6 Juta Minggu Depan, Ini Penyebabnya ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar