
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Upaya Rekonsiliasi di Internal PBNU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal sebagai Gus Yahya, mengajak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk melakukan islah atau rekonsiliasi. Tujuannya adalah untuk mengakhiri perpecahan yang terjadi di dalam organisasi NU. Menurut Gus Yahya, islah menjadi jalan keluar yang paling tepat untuk menjaga kohesi dan keharmonisan di antara pengurus NU.
“Saya menyatakan bahwa saya siap mengupayakan islah,” ujar Gus Yahya saat berbicara di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (24/12). Ia menekankan pentingnya kerja sama dan musyawarah dalam menyelesaikan semua masalah yang muncul.
Gus Yahya juga mengajak seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk bersama-sama mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 secara sah, bermartabat, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Ia berharap Muktamar tersebut dapat menjadi langkah yang terhormat dan konstitusional dalam menyelesaikan berbagai persoalan internal.
“Mari kita bersama-sama, dalam semangat musyawarah, menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Fokus pada Khidmah dan Kerja-kerja Keumatan
Gus Yahya menegaskan bahwa dinamika yang terjadi belakangan ini tidak seharusnya berujung pada perpecahan berkepanjangan. Menurutnya, energi organisasi seharusnya difokuskan pada khidmah dan kerja-kerja keumatan, bukan tersedot oleh konflik internal.
Ia pun mengajak seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk tetap bekerja mengurusi jamiyah dan menjaga roda organisasi berjalan sebagaimana mestinya, tanpa terpengaruh ketegangan yang sedang berlangsung.
“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, termasuk diri saya sendiri, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat persaudaraan (ukhuwah),” tegasnya.
Penjelasan Mengenai Surat Tabayun
Di sisi lain, terkait beredarnya Surat Tabayun Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Gus Yahya menilai bahwa isi surat tersebut memiliki konteks yang saling berkaitan dan tidak dapat dipahami secara terpisah.
“Jika kita bersedia melihat dan memahami keseluruhan konteks tersebut secara utuh dan jujur, maka akan tampak dengan sangat nyata bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah di Hotel Aston pada 20 November 2025 beserta seluruh keputusan turunannya, hingga klaim penetapan Penjabat Ketua Umum, adalah tindakan yang tidak memiliki dasar,” cetusnya.
Menurut Gus Yahya, rangkaian keputusan tersebut tidak hanya tidak memiliki dasar yang kuat, tetapi juga bertentangan dengan AD/ART NU sehingga batal demi hukum.
“Oleh karena itu, sebagai mandataris Muktamar yang bertanggung jawab menjaga konstitusi jamiyah, saya menolak keputusan tersebut dan seluruh produk lanjutannya, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Komentar
Kirim Komentar