
Program Makan Bergizi (MBG) untuk Membangun Generasi Sehat dan Berdaya Saing
Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas oleh pemerintah bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu inisiatif penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Tujuan utamanya adalah membangun fondasi kuat bagi generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. Dengan fokus pada gizi seimbang, program ini bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan di era global.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sosialisasi MBG dilaksanakan di Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (13/10). Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan yang seimbang. Tidak hanya sekadar memberikan makanan bergizi, program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa gizi adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bangsa.
Peran Komisi IX DPR RI dalam Penguatan Program MBG
Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, menyampaikan bahwa MBG merupakan strategi nasional yang bertujuan membangun generasi bangsa yang sehat dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengadaan makanan, tetapi juga pada pendidikan dan perubahan perilaku masyarakat terkait gizi.
“Program Makan Bergizi tidak sekadar memberikan makanan, melainkan menanamkan kesadaran bahwa gizi merupakan investasi masa depan bangsa. Ketika anak-anak tumbuh dengan nutrisi yang baik, mereka tumbuh menjadi generasi cerdas dan tangguh yang siap membawa Indonesia maju,” ujar Tubagus Haerul.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Para orang tua diminta untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan anak dan keluarganya agar dapat tumbuh secara optimal. Menurutnya, keluarga adalah titik awal pendidikan gizi yang sangat penting.
“Keluarga adalah titik awal pendidikan gizi. Jika di rumah sudah terbiasa dengan pola makan seimbang, maka masyarakat secara keseluruhan akan tumbuh lebih kuat dan mandiri,” tambahnya.
Pendekatan Holistik dalam Penanganan Masalah Gizi
Tenaga Pakar Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, menjelaskan bahwa penanganan masalah gizi dan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, stunting bukan hanya disebabkan oleh kekurangan makan, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, kebersihan lingkungan, serta akses layanan kesehatan.
“Program MBG hadir untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat dengan mengedukasi sekaligus membangun kebiasaan makan yang baik,” ujarnya.
Ikeu menekankan bahwa edukasi gizi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari program ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa gizi adalah kunci masa depan yang sehat dan produktif.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Program
Menanggapi hal tersebut, Staff Administrasi Anggota DPR Ahmad Sanukri menegaskan perlunya partisipasi aktif masyarakat dalam program MBG. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam kelancaran pelaksanaan program di setiap daerah.
“Kesuksesan program MBG bergantung pada keterlibatan semua pihak. Makan bergizi bukan berarti makan banyak, melainkan makan dengan komposisi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Itulah yang akan melahirkan generasi yang kuat dan produktif,” ujarnya.
Sinergi untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, tenaga ahli, dan masyarakat dalam menanamkan nilai gizi seimbang sejak dini. Melalui MBG, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa membangun generasi sehat adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas 2045.
Komentar
Kirim Komentar