Hasil Laboratorium Keluar, Dinkes Sebut Bakteri di Nasi Penyebab Keracunan MBG di Mamuju

Hasil Laboratorium Keluar, Dinkes Sebut Bakteri di Nasi Penyebab Keracunan MBG di Mamuju

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Hasil Laboratorium Keluar, Dinkes Sebut Bakteri di Nasi Penyebab Keracunan MBG di Mamuju, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penyebab Keracunan Siswa SD dan SMP di Mamuju Terungkap

Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan di sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju mengungkapkan bahwa penyebab keracunan tersebut adalah kandungan bakteri Escherichia Coli (E. coli) pada nasi dari MBG tersebut.

Hasil uji laboratorium ini diperoleh dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju terhadap sampel sisa makanan. Pengumuman hasil uji dilakukan pada Rabu (1/10/2025). Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, Sita Harit Ibrahim, menjelaskan bahwa ada tiga sampel yang diuji, yaitu nasi, ayam krispi, dan semangka.

"Di antara ketiga sampel tersebut, hanya nasi yang positif mengandung kuman Escherichia Coli," kata Sita Harit saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa saus yang sebelumnya diduga sudah kedaluwarsa tidak diuji karena jenisnya berupa kemasan.

Penyebab Keracunan dan Proses Uji Laboratorium

Dua jenis saus yang dicampurkan dalam menu MBG siswa, yaitu saus cabai dan saus tomat, belum kedaluwarsa. Oleh karena itu, BPOM memutuskan untuk tidak melakukan pengujian lebih lanjut terhadap kedua saus tersebut. Sementara itu, tempe dan sayur tumis yang juga menjadi bagian dari menu MBG tidak diuji karena sampelnya sudah tidak layak.

"Yang diambil sampel ada saus dua macam ini tidak diuji karena kemasan. Sedangkan tempe dan sayur tumis tak diuji karena sudah tak layak uji (rusak atau basi)," jelas Sita Harit.

Sebelumnya, puluhan siswa dilarikan ke Puskesmas Tapalang setelah diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis yang mereka santap di sekolah pada Rabu (24/9/2025) siang. Kapolsek Tapalang, Iptu H. Mino, melaporkan bahwa para siswa yang kini dirawat di Puskesmas Tapalang berasal dari SDN Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang.

Perkembangan Kasus Keracunan

Jumlah siswa yang dirawat di puskesmas terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa kasus keracunan ini cukup serius dan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Dinkes Mamuju bersama dengan BPOM dan pihak terkait lainnya sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua langkah pencegahan dan penanganan telah dilakukan secara maksimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kasus ini antara lain:

  • Kualitas bahan baku makanan yang digunakan dalam MBG
  • Proses penyimpanan dan pengolahan makanan di sekolah
  • Kebersihan lingkungan dan alat masak yang digunakan

Dengan adanya temuan ini, Dinkes Mamuju berharap dapat memberikan edukasi kepada seluruh pihak terkait, termasuk guru, pengelola sekolah, dan orang tua siswa, tentang pentingnya menjaga higiene dan kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak.

Tindakan Lanjutan dan Pencegahan

Selain itu, Dinkes Mamuju juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi makanan bergizi gratis di wilayah tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua makanan yang disajikan aman dan sesuai standar kesehatan.

Pihak sekolah dan pengelola MBG juga diharapkan bisa bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan keamanan makanan. Selain itu, diperlukan koordinasi yang baik antara Dinkes, BPOM, dan pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat bahwa kesehatan dan keselamatan anak-anak harus selalu menjadi prioritas utama. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan akan muncul kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas hidup dan kesehatan anak-anak di masa depan.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar