Ikan Teri: Kecil Tapi Kaya Manfaat, Ini 5 Manfaatnya Jika Dikonsumsi Rutin

Ikan Teri: Kecil Tapi Kaya Manfaat, Ini 5 Manfaatnya Jika Dikonsumsi Rutin

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Ikan Teri: Kecil Tapi Kaya Manfaat, Ini 5 Manfaatnya Jika Dikonsumsi Rutin, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ikan Teri: Jenis, Kandungan Nutrisi, dan Manfaat bagi Kesehatan

Ikan teri adalah jenis ikan kecil yang memiliki ukuran sekitar 2 hingga 40 cm. Ikan ini banyak ditemukan di perairan tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia. Ikan teri termasuk dalam keluarga Engraulidae, dan biasanya hidup berkelompok serta sering ditangkap dalam jumlah besar.

Dalam dunia kuliner, ikan teri dikenal karena rasanya yang gurih dan aromanya yang khas. Oleh karena itu, ikan ini sering digunakan sebagai bahan pelengkap atau lauk dalam berbagai masakan tradisional. Contoh hidangan yang menggunakan ikan teri antara lain teri balado, nasi goreng teri, atau tumisan sayur.

Terdapat beberapa jenis ikan teri, seperti teri nasi, teri medan, teri jengki, dan beberapa jenis lainnya. Perbedaan jenis ikan teri ini dibedakan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 140 spesies ikan teri yang tersebar di seluruh dunia.

Kandungan Nutrisi dalam Ikan Teri

Dalam setiap 100 gram ikan teri kering terdapat sekitar 170 kalori serta berbagai zat gizi penting. Kandungan protein dalam ikan teri cukup tinggi, yaitu sekitar 33 gram, sementara lemaknya relatif rendah hanya sekitar 3 gram.

Selain itu, ikan teri kering juga menyediakan 1 gram kalsium dan 1,5 gram fosfor yang baik untuk kesehatan tulang. Ikan teri juga mengandung sekitar 4 miligram zat besi yang membantu mencegah anemia, 0,15 miligram vitamin B1 untuk mendukung metabolisme energi, serta 65 mikrogram vitamin A yang bermanfaat bagi kesehatan mata.

Tidak hanya itu, ikan teri juga kaya akan selenium dan asam lemak omega 3. Bahkan, kadar omega 3 dalam ikan teri tidak jauh berbeda dengan ikan berlemak lainnya seperti salmon, tuna, maupun sarden.

Manfaat Mengonsumsi Ikan Teri

Manfaat ikan teri tidak terlepas dari kandungan nutrisinya yang melimpah. Berikut manfaat yang bisa diperoleh jika mengonsumsi ikan teri:

  1. Sumber Protein yang Baik
    Ikan teri mengandung protein yang cukup tinggi dalam satu porsinya. Asupan protein yang cukup dapat membantu menurunkan berat badan, karena membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Selain itu, rutin mengonsumsi ikan teri juga bermanfaat dalam menjaga massa otot tanpa lemak.

  2. Menjaga Kesehatan Jantung
    Kandungan omega 3 dan selenium dalam ikan teri turut berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Omega 3 membantu menormalkan tekanan darah serta menjaga kelancaran fungsi pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung tetap optimal.

  3. Mencegah Alzheimer
    Kandungan omega 3 dalam ikan teri juga berperan penting dalam menjaga fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi omega 3 cenderung memiliki kadar protein beta-amyloid yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya. Protein beta-amyloid merupakan salah satu indikator yang berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer.

  4. Memelihara Kesehatan Mata
    Ikan teri juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan mata. Pada satu porsi ikan teri terdapat sekitar 0,45 gram asam eicosapentaenoic (EPA) dan 0,77 gram asam docosahexaenoic (DHA). Pola makan yang kaya omega 3 dapat membantu menurunkan risiko degenerasi makula, yaitu gangguan pada retina yang dapat mengganggu penglihatan.

  5. Mencegah Penyakit Tiroid
    Selenium yang terkandung dalam ikan teri berperan penting dalam menjaga fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bagian leher ini bertugas memproduksi hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh. Kekurangan selenium dapat memicu gangguan pada tiroid. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan selenium harian sangatlah penting, salah satunya melalui konsumsi ikan teri. Satu porsi ikan teri (1 ons) sudah menyediakan sekitar 31 mikrogram selenium.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar