Inkubasi Bisnis Muda DIY Masuki Tahap 2, Kesiapan Pengusaha Muda Diuji

Inkubasi Bisnis Muda DIY Masuki Tahap 2, Kesiapan Pengusaha Muda Diuji

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Inkubasi Bisnis Muda DIY Masuki Tahap 2, Kesiapan Pengusaha Muda Diuji yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Inkubasi Bisnis Muda DIY Masuki Tahap 2, Kesiapan Pengusaha Muda Diuji

Proses Seleksi Level 2 Inkubasi Bisnis Kawula Muda DIY

Sebanyak 40 peserta yang mengikuti program Inkubasi Bisnis Kawula Muda DIY telah memasuki tahap seleksi level 2. Proses ini dirancang untuk memperkuat pencapaian para peserta setelah menyelesaikan level 1. Pada Senin (25/8/2025), para peserta kembali menjalani penilaian yang lebih ketat, dengan fokus pada kemampuan mereka dalam menyusun rencana bisnis lengkap beserta perhitungan yang mendetail.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY, bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada pelaku usaha muda yang memiliki potensi besar. Peserta yang lolos ke level 2 dinilai berdasarkan komitmen dan capaian tugas pada tahap awal. Hal ini membuat beban materi di level 2 menjadi lebih berat, karena peserta dituntut untuk menyelesaikan business plan secara mandiri.

Bio Hedikusuma, seorang mentor dan narasumber dalam program tersebut, menjelaskan bahwa peserta yang masuk ke level 2 merupakan hasil dari seleksi ketat. Mereka harus menunjukkan kesiapan yang lebih baik untuk berkembang. Setelah melewati level 2, peserta akan masuk ke level 3, di mana mereka akan bertemu langsung dengan investor.

Menurut Bio, proses seleksi di setiap tahapan sangat menguji mental dan kesiapan peserta. Selain itu, program ini juga membantu peserta mempersiapkan lini usaha mereka secara lebih matang. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan pembinaan melalui pendekatan yang lebih realistis.

"Kami menyamarkan bantuan pemerintah sebagai investor agar peserta belajar secara mental," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dari 40 peserta, hanya 30 yang akan bertemu langsung dengan investor. Artinya, masih ada pengurangan jumlah peserta.

Usaha Bakmi Maju Tak Gentar yang Menjadi Favorit

Salah satu peserta yang mengikuti program ini adalah Ayu Saraswati, pemilik usaha Bakmi Maju Tak Gentar. Usaha ini menjadi andalan Ayu dalam mengikuti berbagai tahapan program. Ia mengaku sangat percaya diri bisa dilirik oleh investor, karena bisnisnya memiliki keunikan dan kekhasan.

Bakmi Maju Tak Gentar berlokasi di kawasan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Ayu menjelaskan bahwa usaha ini lebih menawarkan pengalaman unik kepada pelanggan. Selain menyajikan bakmi dengan cita rasa khas, usaha ini juga menghadirkan suasana yang nyaman dengan suguhan musik live.

"Kami lebih ke (menjual) pengalaman. Jadi, menyaksikan event musik rutin sambil makan bakmi. Kemudian, kami juga mengangkat kopi artisan lokal," ujarnya.

Ayu mengisahkan bahwa bisnis ini dirintis sejak tahun 2020 silam, berbekal resep bakmi Jawa yang dimiliki ibundanya. Sebagai alumni SMK Negeri 7 Yogyakarta, ia kemudian membentuk tim untuk menciptakan model warung makan yang unik. Warung ini tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menyajikan hiburan musik.

"Ada tiga acara musik rutin. Pertama Sinau Ngejazz, setiap hari Kamis dari jam 20.00, kedua Sinau Ngepop, terus sebulan sekali juga ada Sinau Ngeroncong," katanya. Dengan kombinasi makanan dan hiburan, Bakmi Maju Tak Gentar berhasil menarik perhatian banyak kalangan, termasuk para investor.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar